Headlines News :
Home » , » Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | @ArniSmart

Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | @ArniSmart

Sabtu, 18 Mei 2013 | 00:22


intriknews.com Jum’at ini ada fenomena yang aneh telah digelontorkan 2 chanel TV kehadapan public. Metro TV dan TV One, 2 chanel ini secara nyata telah melakukan upaya penyembunyian fakta dan kebenaran dihadapan publik. Terang saja, kesaksian Ahmad Fathanah di persidangan TIPIKOR yang diselenggarakan pada Jum’at (17 Maret 12) ini, secara tidak langsung telah merontokkan dan menjungkirbalikkan opini yang berkembang. Merasa dipermalukan akhirnya 2 chanel TV ini menghentikan siaran langsung (live) terhadap kesaksian Ahmad Fathanah di persidangan tersebut.

Selain itu, 2 Chanel inipun mencoba memblunder opini publik dengan pemenggalan informasi persidangan yang disampaikan sepotong-potong. Padahal kalau saja 2 media TV ini mau jujur menyampaikan kebenaran tanpa intervensi dari pihak manapun, maka fakta bahwa kasus suap kuota sapi impor ini sama sekali tak ada hubungannya dengan LHI dan PKS tidak akan ditutup - tutupi. Sebagaimana kesaksian AF di persidangan tersebut yang menyatakan bahwa:
“Soal dana dari Indoguna utk PKS itu,hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya), Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri. "

Hal ini senada dengan pernyataan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya. Menurutnya ada indikasi politisasi dan kriminalisasi terhadap PKS dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Namun dalam persidangan hari ini, cukup jelas. Kasus ini, tak ada hubungannya dengan PKS ataupun LHI. Skornya 1-0 untuk keunggulan PKS.
Tak hanya itu Mustofa juga menjelaskan fakta hukum yang terjadi dalam persidangan. Diantaranya keterangan Fathanah yang mengaku bukan kader PKS dan berprofesi sebagai makelar proyek. Demikian pula pengakuan Maharani Suciono tentang asal muasal uang sebesar Rp10 juta. ‘’Semuanya membantah tudingan miring terhadap LHI. Yang sempat diisukan berada sekamar dengan Maharani. Demikian pula transkrip pembicaraan LHI dengan Fathanah, tidak ada yang mengarah kepada uang suap Rp 1 miliar,’’ terangnya.
Tapi sayangnya fakta hukum ini bertolak belakang dari apa yang diberitakan oleh Metro TV dan TV One. Wajar saja jika hari ini penulis kembali mempertanyakan integritas dari 2 chanel TV ini, masihkah bersifat independen atau telah diintervensi oleh si pemilik modal??? untuk kepentingan politik menjelang pemilu 2014.

Saya sangat setuju dengan pernyataan mantan Presiden RI B. J. Habibie yang menyatakan "Kalau ada orang yang mencalonkan diri menjadi pemimpin partai dan mempengaruhi semua media untuk mendukungnya, ini bahaya," kata Habibie dalam acara bertajuk 'Serial I Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional' di Jakarta, Kamis (11/4) malam. Secara tidak langsung pernyataan Habibie ini menyentil sejumlah pemilik jaringan pers di Indonesia

Sejak stasion TV dianggap sebagai instrument pusat control massa, muncullah gagasan bahwa ketika Negara mencapai tingkat industrialisasi, maka pada saat itu pula, Negara itu sendiri menjadi milik orang yang mengendalikan komunikasi. Artinya berita atau informasi yang digulirkan ke publik akan disampaikan sesuai dengan keinginan pemilik media tersebut, dan disinilah fitnah dan kebenaran susah untuk dibedakan.

Kepada masyarakat saya harapkan mampu bersikap jeli dalam menyaring berita yang di gulirkan oleh setiap media massa. Tabayyunlah terlebih dahulu jangan langsung menelannya bulat-bulat hingga akhirnya termakan propaganda media, yang jelas hanya akan menimbulkan sikap stereotip masyarakat yang cenderung negatif, terhadap pihak tertentu yang belum tentu bersalah. Jadilah konsumen media yang tercerdaskan oleh informasi yang digulirkan dihadapan anda bukan malah sebaliknya. Kepada Metro TV dan TV One penulis hanya ingin bertanya “Dimanakah integritasmu sebagai media penyampai kebenaran??? Tergadaikah atau sengaja bungkam untuk kepentingan kelompok tertentu??? Mohon jangan memplintirkan fakta dan mendistorsikan kebenaran. Jujurlah karena JUJUR ITU HEBAT. Jujurlah walau JUJUR ITU BERAT.

Oleh : Arni Susanti S.Si

Share this post :

+ komentar + 9 komentar

18 Mei 2013 11.00

Terima Kasih Mbak Arni Susanti S.Si

18 Mei 2013 23.35

NICE!!

19 Mei 2013 09.01

Hahahaaa terbuka kedokmu tv. Tapi gw masih g pecaya kalo mereka dan 'pemesan beritanya' akan berusaha minta maaf secara terbuka. Dsar pecundang!!!

19 Mei 2013 09.31

alhamdulillah....akhirnya..alloh swt membukakan jalan...bagi kaum nya yg terdzolimi....

19 Mei 2013 10.26

pesanan aburizal bakri sama surya paloh kali..wkwkwk

25 Mei 2013 08.16

Sama2 Pak Arida Sahputra ^_^
Untuk semua pembaca moga tulisan ini bermanfaat dan sedikit memberi pencerahan... Mohon koreksi membangunnya, dan mari lebih jeli lagi saat menjadi konsumen media ^_^

27 Mei 2013 19.45

thanks tlah membuka khazanah pemikiran kita

Anonim
31 Mei 2013 11.15

terlalu absurb juga artikelnya..masih sekedar adu opini aja

9 Juni 2013 18.49

hahahaha,,, gambarnya lucu,,, menarik sekali...

Poskan Komentar
 
Copyright © 2014. INTRIKNEWS - All Rights Reserved