Berita Terkini

Foto: Skyscrapercity

intriknews.com - PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan tidak ada peraturan daerah (perda) syariah yagn dibatalkan oleh pemerintah pusat.

"Kami sudah konfirmasi. Tidak ada," ujar Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Enifita Djinis, Ahad (19/6).

Menurutnya, satu-satunya perda yang dibatalkan dari Sumbar adalah Perda Provinsi Nomor 6 Tahun 2013 tetang Sumber Daya Air. "Pembatalan itu terkait dengan UU tentang Sumber Daya Air yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi," kata dia lagi.

Namun, ia mengakui, ada kemungkinan jumlah perda yang akan dibatalkan itu bertambah, terutama terkait penarikan kewenangan kabupaten dan kota ke provinsi sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia menjelaskan, proses pembatalan sebuah perda sebenarnya tidak mudah, karena dalam pembuatan produk hukum tersebut, sudah melalui proses yang diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2011, serta sudah melalui konsultasi dengan Kemendagri dan kementerian terkait.

"Sementara, untuk perda di kabupaten dan kota, sudah melalui proses kajian dan pembahasan tim provinsi yang terdiri dari SKPD terkait serta melibatkan Kanwil Kemenkumham," ujarnya.

Sebelumnya, disebutkan ada dua perda intoleran dari Sumbar yang termasuk 3.143 perda yang telah dibatalkan Kementerian Dalam Negeri.

Sumber: Republika


intriknews.com - Setelah ramai diberitakan karena makan di Warteg Bu Saeni, artis Ruben Onsu langsung menghapus postingan Instagram yang membuat heboh publik itu.

Foto yang diunggah Ruben saat berada di kediaman Bu Saeni dan tampak sedang duduk bersama itu kini sudah tidak ada lagi di laman Instagram Ruben.

Dikutip dari laman Pos-metro Lewat akun twitternya, Ruben menyatakan kalau banyak netizen yang tidak melihat terlebih dulu tayangannya. Netizen menurut Ruben salah paham melihat proses syuting tersebut.

“Liat dulu tayangan nya, baru berkomentar dan tidak memancing fitnah, saya meminta maaf jika saya salah, tp proses shot hari ini itu untuk tayangan abis lebaran bukan saat ini,” kata Ruben melalui Twitter, Sabtu (18/6/2016).

Ruben juga kaget sekaligus heran melihat komentar netizen dan media  yang dinilainya membabi buta.

Ruben Onsu menjadi bulan-bulanan netizen karena memposting foto mengunjungi Warung Bu Saeni di Instagramnya untuk keperluan syuting acara di salah satu stasiun televisi swasta.

Ruben dinilai tidak menghormat keyakinan beragama umat Islam. Pasalnya, Ruben melakukan adegan syuting makan di siang hari di saat berpuasa. Sebagian besar netizen Muslim menganggap aksi syuting makan siang Ruben di warteg saeni sebagai ledekan kepada perda Serang dan Umat Islam.

Dikutip dari laman islamedia.id, Sebelumnya aksi Ruben ini diketahui netizen asal Serang bernama Ucu Syuhada mengunggah foto di akun Facebook pribadinya.

“Ruben onsu (artis) dan tim survivor sedang makan2 sekarag di warteg saeni ‪#‎barusaja‬ ‪#‎ngelunjak‬ KUDU DIUSIR SING SERANG” tulis Ucu di akun Facebook pribadinya.

Kecaman terhadap aksi Ruben ini langsung berdatangan dari para netizen, Ruben dianggap kurang sensitif dengan polemik warteg saeni.

“Ashtaghfirallah udah usir aja. Ngelunjak menginjak injak harga diri orang islam dan orang serang” tulis netizen bernama Yanti memberikan komentar.

Senada dengan Yanti, netizen bernama Rudi mengecem aksi Ruben dengan menuliskan “kok makin kacau. Kalau ini bener, warteg jadi panggung untuk mencari popularitas.. parah.

Kecaman netizen juga diarahkan kepada Saeni yang dianggap telah membohongi umat Islam, mengingat beberapa hari sebelumnya Saeni telah meminta maaf kepada umat Islam dan berjanji tidak akan membuka wartegnya di siang bulan Ramadhan.

Ruben juga mengunggah foto dirinya bersama Saeni pemilik warteg diakun instagram miliknya dengan menuliskan “Akhir nya bisa mendengar dan melihat langsung kondisi dari ibu saeni dari Serang“.

ahok usir wartawan
Foto: Hatree

intriknews.com - Tindakan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengusir wartawan di Balai Kota dikecam berbagai pihak, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim, mengatakan pengusiran jurnalis dari lokasi liputan merupakan tindakan menghalangi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar dan akurat dari Balai Kota. Menurut Ahmad tindakan yang dilakukan itu mengancam kebebasan pers.
Ahmad menyebut Balai Kota adalah ruang publik, tempat jurnalis berhak melakukan kerja-kerja jurnalistik. Penyataan Ahok itu menunjukkan dia sebagai pejabat publik yang tidak profesional menghadapi jurnalis.

"Sesulit atau senakal apapun pertanyaan jurnalis, bisa dijawab dengan tanpa mengusir jurnalis yang bertanya. Bila Ahok keberatan dengan suatu berita silakan protes ke redaksi media tersebut atau adukan ke Dewan Pers. Jangan mengusir jurnalis yang sedang liputan. Balai Kota juga bukan milik Ahok. Dia bekerja di situ sebagai pejabat publik yang digaji dari pajak rakyat," kata Ahmad, Jumat (17/6/2016).

AJI Jakarta meminta Ahok tidak perlu alergi terhadap kritik dari pers. Sebab, pers berhak mengembangkan pendapat umum berdasarkan infromasi yang tepat, akurat, dan benar. Pers juga berhak mengawasi, mengkritik, dan mengoreksi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Namun Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung juga mengingatkan jurnalis agar bekerja dengan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

"Jurnalis harus bekerja profesional dan mengedepankan kepentingan publik. Jangan berlebihan memburu hal-hal yang sensasional tanpa substansi masalah yang penting bagi publik." ujar Erick.

Sumber: Teropongsenayan


intriknews.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta aparat hukum mengusut dugaan aliran dana ke Teman Ahok sebesar Rp 30 miliar dari pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta.

"Polisi harus usut itu. Karena  memang banyak kejanggalan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta terkait reklamasi," kata Fadli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Jika aparat tidak memprosesnya, kata Fadli, maka hal ini akan terjadi kriminalisasi hukum, dan jika dibiarkan maka akan menjadi hukum rimba.

"Ini warning penegak hukum jangan lakukan diskeiminaasi hukum, termasuk barter itu. Dana CSR ada aturannya mainya. Jangan seenaknya Jakarta mau dibangun pakai dana CSR, kalau Jakarta dibangun pemodal untuk apa bikin anggaran, suruh aja korporasi bangun semuanya," tandasnya.

Sebelumnya, saat rapat kerja Komisi III dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kemarin, Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang mengatakan, Teman Ahok telah menerima dana Rp 30 miliar dari perusahaan pengembang proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Menurut Junimart, dana dari pengembang itu diberikan kepada Teman Ahok melalui staf khusus Ahok, Sunny Tanuwidjaja, dan lembaga survei Cyrus Network.

Sumber: Teropongsenayan

ciri ayam tiren
Foto: Riauaktual

intriknews.com - Surabaya - Masyarakat banyak yang dikelabui penjual saat membeli daging ayam. Terkadang yang dijual adalah ayam tiren atau ayam berformalin.

Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Mustofa Helmi Effendi mengatakan, kewaspadaan saat membeli daging ayam maupun daging sapi sangat diperlukan.

Sebab, pedagang bisa jadi nakal dengan menyelipkan daging tidak segar itu di antara yang terlihat segar dan sehat. Ada ciri-ciri yang bisa dicermati untuk membedakan ayam tiren dan ayam segar. Pada ayam tiren, kata dia, ada bintik noda kemerahan di pucuk-pucuk sayap ayam.

Noda kemerahan tersebut menunjukkan, darah di pucuk-pucuk sel kapiler tidak terdistribusi dengan baik. "Distribusi darah tidak keluar karena ayam mati sebelum disembelih," terangnya.

Ayam tiren juga cepat membusuk. Saat dipegang, ada rasa lengket atau pliket. Warna dagingnya juga kebiruan. "Ada bau busuknya," katanya.

Dia mengakui, saat daging ayam tiren diiris, tidak ada bedanya dengan daging ayam segar. Kekenyalan daging juga sulit dibedakan. Kecuali, kalau ayam tiren sudah lama sekali, dagingnya tidak kesat lagi.

"Dagingnya nyenyek," tambahnya.

Masyarakat juga harus waspada saat membeli daging ayam. Jangan sampai membeli ayam berformalin. Ciri-ciri daging ayam berformalin, antara lain, dagingnya tidak dihinggapi lalat.

"Ada bau menyengat yang tidak disukai lalat. Jadi, lalat tidak mau mendekat," tuturnya.

Demikian pula pada daging sapi. Masyarakat harus tahu ciri-ciri daging sapi, daging babi, dan daging celeng agar tidak keliru membeli. Helmi menjelaskan, ciri utama daging babi adalah warnanya pucat. "Merah keputihan," lanjutnya.

Daging babi memiliki serat yang lembut dan banyak lemak. Jika daging ditekan, keluar air. "Memang bersifat eksudatif, keluar airnya," terangnya.

Sumber: JPNN

kemendagri hapus perda

intriknews.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menilai, pencabutan Peraturan Daerah yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempunyai muatan politis. Karena secara hukum pencabutan Perda harus melalui judicial review. Jika Kemendagri mencabut Perda secara sepihak, maka Kemendagri telah melanggar prosedur hukum.

"Saya tidak tahu apa pernah ada Undang-Undang yang mengubah itu, sepengetahuan saya enggak, sudah beberapa kali Undang-undang diubah sejak tahun 2004 itu tidak menyentuh soal prosedur, itu harus lewat judicial review," katanya, Rabu (15/6).

Mahfud menjelaskan, kewenangan Kemendagri hanya ada di 60 hari sejak Perda dikirimkan oleh Pemerintah Daerah untuk dievaluasi. Setelah 60 hari itu perubahan atau pecabutan Perda harus melalui judical review. Dalam judical review pun, tambah Mahfud, tidak bisa dilakukan dengan kolektif harus satu per satu.

"Ini kan soal politik lagi, kalau soal hukum kan selalu kalah dengan politik," katanya.

Sebelumnya, Kemendagri mencabut 3.143 Perda yang dianggap bermasalah. Ada tiga Perda yang dicabut karena dianggap tidak toleran dan bernada melarang sesuatu atas dasar perintah agama tertentu.

Sumber: ROL
.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.