Berita Terkini


intriknews.com - Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia melarang stasiun televisi menyiarkan tayangan yang mengampanyekan lesbian, gay, biseksual, dan transgender.

Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad menjelaskan bahwa larangan tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap anak dan remaja yang rentan menduplikasi perilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

"Karena itu, baik televisi maupun radio tidak boleh memberikan ruang yang dapat menjadikan perilaku LGBT itu dianggap sebagai hal yang lumrah," kata Idy dalam diskusi terbatas tentang penyimpangan orientasi seksual di kantor KPI Pusat Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Tampil juga sebagai pembicara Komisioner KPI Pusat Agatha Lily dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh. Hadir juga psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman yang mengingatkan lembaga penyiaran tentang hal-hal apa saja yang dapat dikategorikan sebagai kampanye LGBT.

Lebih lanjut Idy mengatakan, kampanye LGBT melanggar aturan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI tahun 2012, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan, ataupun tentang perlindungan anak dan remaja.

Selain itu, Undang-Undang Penyiaran juga menegaskan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan penyiaran adalah terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa.

Meskipun regulasi sudah jelas memberikan pembatasan dan larangan, KPI berharap hati nurani pelaku industri penyiaran ikut digunakan.

"KPI sangat mengapresiasi kebijakan dari salah satu stasiun televisi yang memutuskan tidak memberikan ruang sama sekali bagi promosi LGBT," kata Idy.

Ke depan, ujar Idy, bila diperlukan akan dibuat batasan yang lebih rinci lagi di dalam P3 & SPS, agar televisi dan radio tidak salah dalam penayangan program terkait LGBT.

Sikap KPI ini sejalan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah yang menolak promosi dan legalisasi LGBT.

Sumber: Teropongsenayan

Foto: Harianaceh

intriknews.com - Bengkulu - Sejumlah petani karet di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan harga komoditas unggulan petani itu yang terus anjlok hingga Rp 3.000 per kilogram.

Petani karet di Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Iskandar mengatakan, sepekan sebelumnya mereka masih menjual karet Rp 4.000 hingga Rp 4.500 per kilogram lalu pekan ini turun menjadi Rp 3.000 per kilogram.

"Harga terus turun, kami semakin kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga," kata Iskandar di Seluma, Jumat (12/2/2016).

Ia mengatakan, para petani di beberapa desa di wilayah itu mengandalkan komoditas karet sebagai mata pencaharian utama.

Dalam tiga tahun terakhir menurutnya, petani karet sangat terpuruk, sebab harga getah karet bertahan rendah.

"Banyak yang sudah ganti tanaman karet ke tanaman sawit, tapi kalau petani yang tidak punya modal seperti kami tetap mempertahankan karet," ujarnya.

Petani karet lainnya, Yanto mengatakan harga karet yang tak kunjung naik membuat petani semakin terpuruk.

Saat harga karet dijual Rp 10.000 per kilogram, mereka yang memiliki hasil getah 100 kilogram mendapat Rp 1.000 per minggu.

Sementara saat ini harga karet hanya Rp 3.000 per kilogram dengan hasil panen yang sama hanya mengantongi Rp 300 ribu per minggu.

"Kami mengharapkan pemerintah segara mengatasi harga karet yang terus anjlok karena hidup mati kami dari karet inilah," katanya.

Kabupaten Seluma merupakan daerah pemilik kebun karet terluas kedua di Provinsi Bengkulu dengan luasan 20.704 hektare setelah Kabupaten Bengkulu Utara seluas 20.776 hektare.

Sumber: Teropongsenayan


intriknews.com - Ribuan demonstran anggota honerer kategori 2 yang mengepung Istana Negara pada Rabu (10/2/2016) berakhir tragis. Salah seorang demonstran yang tengah hamil, meninggal dunia dalam aksi tersebut.

Hal ini berdasarkan informasi yang disampaikan anggota DPD RI Fahira Idris, melalui akun twitternya, Kamis (11/2/2016).

Menurut Fahira, para demonstran itu rela berlama-lama di depan Istana demi menunggu kebijakan Jokowi mengangkat honorer k2 menjadi PNS.

"Salut luar biasa kpd Bapak @Sulistiyo_PGRI atas perjuangannya untuk #GuruHonorer #HonorerK2 di seluruh Indonesia," tulis Fahira.

"Ada kabar duka, 1 #GuruHonorer #Magelang yang hamil dan ikut demo, tadi malam melahirkan tetapi meninggal dunia," imbuhnya.

Namun dalam twitter sejam kemudian, ia menyebutkan bahwa tidak hanya Sang Ibu yang meninggal. Bayi yang dilahirkannya pun juga ikut meninggal.

"Ada kabar duka kedua, ternyata bayi yang baru lahir dari #GuruHonorer #Magelang meninggal dunia. Jadi Ibu dan Bayi tidak tertolong," jelasnya.

Sumber: Teropongsenayan



Ilustrasi. Foto: Sehatmagz

intriknews.com - Batam - Sebanyak 3000 pelajar di Kota Batam, Kepulauan Riau diketahui sebagai lelaki penyuka lelaki (LSL). Hal ini berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau.

Anak-anak berusia di bawah 18 tahun itu terkumpul dalam beberapa komunitas LSL, kata anggota DPRD Kepri, Suryani di Batam, Jumat (12/2/2016).

"Itu laporan yang saya terima dari Badan Pemberdayaan Perempuan. Data 2015," kata Suryani.

Kebanyakan anak LSL itu berkumpul rutin di sekitar Bengkong, Kecamatan Batuampar.

Suryani menduga, selain pelajar, perilaku LSL, Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual di Batam juga banyak di kalangan pekerja industri, terutama yang tinggal di asrama-asrama pekerja.

"Dulu saya pernah menangani kasus lesbian di Kawasan Muka Kuning (kawasan pekerja-red). Itu dulu, sekarang mungkin sudah lebih banyak lagi. Tapi saya belum mendapatkan datanya," kata perempuan yang juga Ketua Bidang Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri itu.

Selain di Batam, anak dengan perilaku LSL juga banyak terdapat di Tanjungpinang dan Bintan.

Berdasarkan hasil survei AUSAID yang diterimanya, sebanyak 700 anak usia 16-20 tahun di Tanjungpinang dan Bintan berperilaku LSL.

"Itu 22 persen dari anak usia 16-20 tahun," kata Suryani.

Menurut dia, komunitas LSL di Tanjungpinang lebih terbuka dibanding di Batam. Komunitas itu memiliki media sosial sendiri yang disiarkan di publik. Di media sosial itu, anggota komunitas mengekspresikan diri terbuka.

Ia meminta pemerintah, lingkungan dan keluarga memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, agar terhindar dari perilaku LSL dan LGBT.

"Ini harus menjadi perhatian khusus oleh Pemda. Karena LGBT ini menular. Ada lembaga yang mendukung agar perilaku ini eksis, ini perlu diwaspadai," kata dia.

"Perilaku LSL, LGBT sangat bertentangan dengan Budaya Melayu dan agama apa pun," tegasnya.

DPRD juga mendorong pemerintah menyusun Peraturan Daerah Pertahanan Keluarga untuk mengurai peran keluarga, sekolah dan pemerintah dalam mendidik anak. Karena, menurut Suryani, perilaku anak sangat ditentukan oleh ketahanan keluarga.

Sumber: Teropongsenayan


Ahok sebut PSK di Kalijodo impor semua.
Ahok menjawab pertanyaan wartawan (img: wartakota)

intriknews.com Jakarta - Pekerja seks komersial (PSK) yang terdapat di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat adalah warga impor alias bukan warga asli. Pernyataaan tersebut diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Ahok merasa para warga impor itu tidak perlu diberi tempat tinggal jika kawasan tersebut resmi dibongkar. Basuki atau Ahok mengatakan PSK di kawasan tersebut terbilang pendatang dari luar Jakarta. Ahok bahkan percaya diri dengan menegaskan tidak ada warga Ibu Kota yang menjadi PSK.

"Mereka (PSK di Kalijodo) itu bukan orang Jakarta, semuanya pendatang. Mana ada orang Jakarta prostitusi, semuanya impor," ujarnya kepada wartawan, seperti dilansir Republika pada Rabu (10/2).

Ia menjelaskan kawasan Kalijodo seharusnya adalah ruang terbuka hijau. Sebab, kawasan tersebut berada di pinggir sungai dan berdasarkan aturan tentang tata ruang, bantaran sungai harus bebas dari bangunan.

Pernyataan Ahok ini mengundang reaksi dari netizen yang mempertanyakan komentar Ahok tentang PSK di Kalijodo.

"Perputaran uang di Kalijodo berapa besar tuh...? Apalagi kalau mengalir kemana mana uangnya, wah tambah susah dah gusurnya. Tapi Bu Risma saja bisa nutup Dolly, masa Pak Ahok tidak bisa ? Apa FPI yg hrs turun tangan?," ujar Ninik di akun media sosialnya.

"Dan yang jelas.. sebelum dipasarkan biasanya ahok uji kualitas dulu.. barangnya "kw" atau kagak.. makanya ahok paling demen dan kagak bakalan dech dilarang sama ahok tuh amoy-amoy import..," tulis netizen bernama Oyong.



intriknews.com - Padang – Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo melarang seluruh warga Kota Padang merayakan Hari Valentine. Menurutnya hari kasih sayang yang jatuh setiap 14 Februari itu merupakan budaya yang menyimpang dari nilai agama, norma dan aturan.

“Hari kasih sayang tidak sesuai dengan agama dan budaya. Haram hukumnya dirayakan. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh warga agar tidak merayakannya,” tutur Wali Kota, Kamis kemarin.

Agar warga tidak merayakan budaya menyimpang yang diharamkan itu, Wali Kota Padang telah mengeluarkan surat edaran bernomor 451/01.74/Kesra-2016. Dalam imbauan itu Wali Kota menekankan kepada seluruh orangtua, guru, dan pemuka masyarakat untuk mengingatkan dan melarang anak merayakan Hari Valetine.

“Hari kasih sayang bukanlah budaya Minangkabau dan muslim,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi meminta kepada seluruh pemilik hotel dan tempat hiburan lainnya agar tidak mengadakan acara serta menyediakan tempat untuk merayakan Hari Valentine.

“Dalam referensi Islam dan budaya Minangkabau yang berfilosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulah (ABS-SBK), tidak ada mengatur tentang hari kasih sayang. Valentine itu ujung-ujungnya hanya pergaulan bebas,” paparnya.

Ia menuturkan, hari kasih sayang cenderung mendorong orang untuk melanggar norma-norma serta bentuk pengrusakan budaya secara sistemik dari luar dan pengrusakan budaya kepatutan.

“Jadi kita jangan latah, dan saya rasa seluruh agama tidak setuju dengan perayaan ini,” pungkas Mahyeldi.

Sumber: Inilah


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.