Headlines News :

    Diiringi Musik Kencang, DJ dan Lampu Kedap-kedip, Pendukung Jokowi-JK Berjoget. Dugem Rakyat!!!

    JAKARTA - Konser Tiga Jari dalam rangkaian acara Pesta Rakyat Perayaan Pelantikan Presiden Joko Widodo berubah menjadi arena Dugem.

    Konser musik yang menjadi salah satu acara utama untuk menghidupkan euforia kegembiraan masyarakat ini digelar malam hari dan turut menampilkan Arkarna, musisi asal Inggris yang ditunggu-tunggu penampilannya oleh pendukung Jokowi-JK.

    Diiringi DJ dan padu-padan gemerlap lampu menambah semangat peserta konser untuk berjoget. Lampu berkedap-kedip dengan suara musik yang sangat kencang membuat semua orang semakin bersemangat.

    Anis Matta menyayangkan aktivitas tersebut. Ia mempertanyakan makna dibalik semua rangkaian acara Perayaan Pelantikan. "Apa makna dibalik semua ini?' katanya seperti dikutip dari ROL.

    Hal ini pun sejalan dengan puisi yang disampaikan Taufiq Ismail, "Bukan Indonesia Hebat yang didapat, tapi Indonesia Laknat".

    Disayangkan acara besar ini pun membawa dampak kurang baik bagi lingkungan sekitar. Karena ulah peserta konser yang tidak bertanggung jawab, beberapa area hijau monas pun rusak.

    "Banyak pohon palm yang rusak, sampah di buang dimana aja, trus rumput diinjak-injak", ungkap Wawan Sulaeman (24), yang juga mengunjungi Konser Tiga Jari. Menurutnya banyak fasilitas publik yang bisa rusak juga karena ulah orang-orang tersebut. [yq]

    Ini Alasan Puan Soal Mega dan SBY Tak Bersalaman di Sidang Paripurna MPR

    intriknews.com JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak bisa dipaksakan.

    "Kita berupaya terus tapi jangan kemudian pertemuan dipaksakan. Biarkan semua mengalir," kata Puan usai menghadiri pengambilan sumpah jabatan Jokowi-JK di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (20/10) sebagaimana dilansir JPNN.

    Puan mengaku sudah bicara langsung dengan mantan Presiden SBY di sela-sela acara pelantikan. Dalam pembicaraannya, Puan menyebut SBY juga menginginkan yang dilakukan Jokowi-JK ke depan yang terbaik Indonesia.

    "Tadi saya bicara dengan Pak SBY. Apa yang  diharapkan semua untuk kepentingan Indonesia ke depan," ungkapnya.

    Meski sama-sama hadir di Sidang Paripurna MPR, Mega dan SBY tak bertemu atau sekedar bersalaman. Hal ini berbeda dengan Mega-Prabowo yang masih sempat bertemu muka dan berjabat tangan. Menurut Puan, dalam acara itu posisi Mega-SBY berjauhan. "Pak SBY di mana, Bu Mega di mana. Jauh banget," tandasnya. [yq]

    Habibie: Ada Yang Mau Adu Domba Prabowo dan Jokowi

    intriknews.com Jakarta - Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meminta tak ada lagi pihak-pihak yang mengadu domba presiden terpilih Joko Widodo dengan saingannya pada Pemilu Presiden 2014 lalu, Prabowo Subianto.

    Habibie mencurigai, gesekan yang terjadi antara Jokowi dan Prabowo seusai pilpres merupakan buah dari adanya orang yang sengaja ingin membenturkan kedua kubu.

    "Saya selama ini tentunya ada sedikit kekhawatiran, mungkin ada kekuatan yang saya tidak tahu, yang mau mengadu domba kedua pihak," kata Habibie dalam wawancara khusus bersama Kompas TV, di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014) sore.

    Akibat adu domba tersebut, kata dia, persaingan pada pilpres terasa panas tidak hanya oleh kompetitor, tetapi juga oleh masyarakat di akar rumput. Untungnya, lanjut Habibie, tak ada konflik berkepanjangan yang sampai menimbulkan perpecahan antarkelompok.

    "Kita lihat seperti main bola saja orang ribu-ribut. Kita bisa lihat ada dua kubu yang berhadapan, dalam satu keluarga saja misalnya, suaminya pro Merah Putih, istrinya pro Indonesia Hebat," ujar Habibie.

    Wakil Presiden terakhir Soeharto ini merasa gembira akhirnya Jokowi dan Prabowo melakukan pertemuan empat mata sebagai bentuk rekonsiliasi. Dia berharap pertemuan tersebut bisa menjadi tahap awal bagi kedua pihak untuk membangun bangsa bersama-sama.

    Jokowi, kata dia, harus bekerja sebaik-baiknya sebagai presiden. Adapun Prabowo juga bisa turut membangun Indonesia dengan memimpin Partai Gerindra sebagai oposisi yang obyektif di parlemen.

    Dengan begitu, tak perlu ada isu jegal-menjegal yang selama ini dikhawatirkan banyak pihak. "Jokowi dipilih langsung rakyat sebagai presiden. DPR, MPR, dan DPD tidak bisa menjatuhkan. Dia dipilih langsung, kecuali Jokowi melanggar Undang-Undang Dasar (1945). Saya kira hal ini sudah dipahami semuanya," ucap Habibie. [yq/beda/bahagia/kompas]

    Jay Subiakto, Penata Panggung Utama Pesta Rakyat Jokowi Kritik Lampion dan Sebut Banyak Penjilat


    intriknews.com JAKARTA - Penata artistik Jay Subiakto memilih nonton konser rakyat bertajuk "Konser 3 Jari" dari televisi di rumahnya, padahal dialah yang menata panggung utama untuk acara itu. Konser yang akan digelar di Monumen Nasional itu adalah serangkaian dengan pesta rakyat untuk merayakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ketujuh Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    "Besok saya akan nonton dari televisi saja di rumah. Saya malas karena sudah banyak orang campur tangan. Sudah tidak murni lagi. Paling nanti malam saja saya cek panggung," kata Jay, Ahad Malam. Jay mengungkapkan pada Konser 3 Jari ia hanya menjadi penata artistik untuk panggung utama dan mengaku tidak tahu apa-apa soal konsep ada ornamen perahu di dekat panggung.

    "Saya malah tidak tahu kalau ada perahu segala. Saya hanya merancang panggung utama karena agak malas banyak penjilat baru. Yang lebih murni itu ya saat konser 2 Jari di GBK (Gelora Bung Karno)," jelas Jay.

    "Sekarang ada yang dulunya pendukung lawan yang sekarang tiba-tiba ikut-ikutan seperti cari muka. Untuk konsepnya sudah terlalu banyak orang yang ikutan," tambah Jay.

    Dia mengatakan, konsep yang dikehendaki adalah konsep yang sederhana. Dia mengkritik ide melepas 17.840 lampion di 31 lokasi di Indonesia yang disebutnya tidak melambangkan ciri khas Indonesia.

    "Saya setuju hanya acara tumpengan dan ucapan terimakasih dari Jokowi-JK. Ini waktunya untuk bekerja karena kemenangan Jokowi-JK sudah kita rayakan dulu di GBK dan itu benar-benar murni relawan Jokowi. Apalagi ini kita belum tahu siapa menteri-menterinya nanti," kata Jay.

    Jay sendiri berharap Jokowi tetap apa adanya dan tidak terpengaruh kompromi politik. [uje/ROL]

    Ooopps Ada Apa Ini.. Setelah Terima PM Australia Abbot, Jokowi Bertemu Menlu AS John Kerry


    intriknews.com Jakarta - Antrean kepala negara untuk bertemu Presiden Jokowi belum usai. Setelah menerima PM Australia Tony Abbott, Presiden Jokowi menerima Menlu AS John Kerry.

    Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014) pukul 20.00 WIB, Jokowi menerima kunjungan Menlu AS John Kerry dan rombongan. Jokowi masih mengenakan baju batik saat menemui Kerry yang memakai setelan jas biru gelap. Jokowi didampingi mantan Ketua Tim Transisi Rini Soemarno dan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto.

    Sedangkan Kerry, seperti disebutkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, Menlu Kerry akan memimpin delegasi sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake dan pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS yang khusus ditugaskan memantau kawasan Asia, Daniel Russel.

    Pertemuan Jokowi dengan Kerry berlangsung terbuka di depan para wartawan.

    Dari Indonesia, lanjut Psaki, Kerry akan melanjutkan perjalanan ke Jerman untuk menghadiri peringatan 25 tahun jatuhnya tembok Berlin. Di sana, dia akan bertemu dengan Menlu Jerman, Frank-Walter Steinmeier untuk membahas sejumlah isu regional dan internasional.

    Menurut pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang enggan disebut namanya tersebut, pertemuan bilateral itu akan membahas sejumlah isu, mulai dari sengketa wilayah di Laut China Selatan, perjuangan melawan wabah Ebola dan perjanjian Kemitraan Perdagangan Trans-Pasifik yang masih dalam pembahasan.

    Namun isu prioritasnya, lanjut pejabat senior tersebut, ialah mencari lebih banyak bantuan dan dukungan dalam melawan ISIS di Suriah dan Irak.
    Pembahasan antara kepala negara dan pejabat penting tersebut antara lain akan menyinggung upaya penangkalan rekrutmen anggota ISIS dari negara-negara Asia Tenggara, mencegah kembalinya pelaku jihad garis keras di wilayah tersebut, serta memblokir pendanaan bagi militan keji tersebut.

    Pasca tragedi 11 September 2001 dan tragedi bom Bali beberapa tahun setelah itu, sejumlah orang diketahui telah pergi meninggalkan Indonesia dan juga Malaysia untuk bergabung dengan ISIS di Timur Tengah.

    Pejabat AS lainnya menyebut, Menlu Kerry juga akan mendorong Jokowi untuk berbuat lebih banyak dalam membekukan aset militan ISIS, sesuai dengan persyaratan PBB dalam Financial Action Task Force.

    "Mereka telah mengalami kemajuan dalam hal itu. Harapannya ialah mereka akan berbuat lebih dan menjadi bagian upaya yang terus berlangsung, untuk mendorong Indonesia melakukan hal yang mereka mampu untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah PBB," sebut pejabat yang menolak disebut namanya.

    Masih menurut pejabat tersebut, Menlu Kerry juga akan mendorong Jokowi untuk mempertahankan peran aktif dalam kebijakan luar negeri seperti yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya.

    "Sebagai negara terbesar keempat di dunia, kemudian negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan negara mayoritas muslim terbesar dunia, perannya (Indonesia) sangat amat penting," ucap pejabat senior AS tersebut.

    "Apa yang kami lihat di kawasan tersebut ialah seruan bagi Indonesia untuk tetap aktif dalam urusan luar negeri. Dia (Jokowi-red) bisa melakukan banyak kebijakan domestik dan tetap menjaga Indonesia aktif di kawasan tersebut,"
    tandasnya. [detik/uje]

    Bukan Pesta Rakyat, Tapi Pesta Jokowi

    Massa relawan Jokowi menggunakan topeng dalam aksi menyambut pelantikan presiden terpilih Jokowi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10). (Republika/ Tahta Aidilla)

    intriknews.com Jakarta - Peneliti Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi mengatakan jumlah dan sumber anggaran pelantikan Jokowi-JK tidak ada publikasi yang jelas. Ia menjelaskan, walaupun Ketua MPR Zulkifli Hasan sempat mengatakan biaya anggaran pelantikan Jokowi-JK sebesar satu miliar rupiah.

    Ia menambahkan, perayaan kirab budaya yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas) bukanlah bagian dari pesta rakyat melainkan pesta Jokowi. Pemberian nama pesta rakyat agar sumber anggaran menjadi tertutup. 

    "Mana ada rakyat yang nyumbang, makan aja susah. Supaya tidak ada yang masuk dan tidak ada yang audit makanya dinamai pesta rakyat," katanya seperti dilansir ROL.

    Ia berharap agar pemerintahan Jokowi-Jk mampu mewujudkan ekonomi yang lebih baik. Selain itu bertindak tegas pada pengusaha yang mencoba menguasai sumber daya alam Indonesia.
    [yq]

    Tinggalkan Kantor Kepresidenan, Pendukung Jokowi-JK Teriak SBY Menipu Rakyat


    intriknews.com JAKARTA - Massa di depan Istana Merdeka meneriakkan sindiran saat Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan kantor presiden, Senin (20/10/2014).

    "Mari kita sambut, aktor terbaik RUU Pilkada, Pak SBY. Aktor yang sudah menipu rakyat," kata orator diikuti dengan seruan massa yang menyebutkan "Huuuuu" kepada SBY.

    Sesudah rombongan SBY pergi, orator kembali membahasnya. Orator mengatakan bahwa SBY tidak memihak kepada rakyat. Mereka berharap, di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, pilkada bisa kembali diubah menjadi langsung.

    "Semoga di tangan Pak Jokowi-JK bisa memperbaiki pemerintahan dan kesejahteraan rakyat. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan," kata mereka berteriak. [yq/kompas]

    Ini Nasehat Aa Gym Soal Pesta Rakyat Jokowi-JK


    intriknews.com Pesta Rakyat yang digelar relawan Jokowi-JK sejak tadi pagi akan mengambil puncaknya pada malam hari ini dengan ditandai acara pelepasan 300 lampion hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

    Menurut Zuhairi sebagai panitia acara ini, pelepasan lampion ini menjadi puncak acara Pesta Rakyat #Salam3Jari.

    "Pelepasan lampion dilakukan berbarengan di seluruh provinsi di Indonesia," katanya.

    Total ada 17.480 lampion yang akan diterbangkan. Di Jakarta sendiri 7.000 lampion akan dilepaskan dari Monas, Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah.


    Da'i kondang, KH Abdullah Gymnastiar turut menyatakan keprihatinannya menyaksikan pesta perayaan pelantikan Jokowi-JK tersebut. Aa Gym mengatakan amanah yang diterima tak perlu disikap dengan kegembiraan yang berlebihan, terutama karena Jokowi belum membuktikan kesuksesan kerja sebagai Presiden RI.

    "Bila diberi amanah jabatan, tak perlu terlalu gembira, apalagi dengan hura2 karena kerja juga belum dan akhirnya tak tau akhirnya seperti apa," demikian tulis Aa Gym di akun twitter pribadi miliknya, Senin, 20 Oktober 2014.
    [yq]
     
    Copyright © 2011. INTRIKNEWS - All Rights Reserved