Berita Terkini


intriknews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpandangan, bir bukanlah minuman keras.

Sebab, ia menyebut kadar alkohol yang terkandung di dalam bir hanya 5 persen.

Pernyataan itu dilontarkan Ahok menanggapi kritikan dari anggota DPD RI Fahira Idris atas wacana kembali diperbolehkannya bir dijual di minimarket.

"Bir itu gue kasih tahu ke lo, itu di bawah 5 persen, bukan miras jadi kita bisa berdebat soal bir," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (25/5/2016).

Lewat akun Twitter miliknya, Fahira melontarkan kritik terhadap rencana diperbolehkannya kembali bir dijual di minimarket.

Kritikannya ini disampaikan mengacu pernyataan Ahok sebelumnya yang menilai bir seharusnya bisa kembali dijual di minimarket.

Selain karena kadar alkoholnya di bawah 5 persen, menurut Ahok, bir diperbolehkan kembali dijual di minimarket karena tidak ada larangan yang diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Bukannya saya yang membolehkan, itu kan perda, patokan kita perda, (kalau mau dilarang) berarti harus minta kawan-kawan di DPRD merevisi Perda dong, itu saja kan," ujar Ahok.

Untuk di Jakarta, kata Ahok, tidak ada perda yang melarang penjualan miras.

Perda yang ada, yakni Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, berisi pengaturan lokasi penjualan miras.

Berdasarkan perda itu, lanjut dia, bir masih bisa dijual di minimarket dan toko-toko pengecer.

Namun, penjualan bir di minimarket Jakarta resmi dilarang sejak April 2015, tepatnya saat diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Meski demikian, Ahok menilai peraturan tersebut sudah tidak berlaku.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 itu sudah dideregulasi oleh pemerintah pada September 2015.

Sumber: Tribunnews


intriknews.com - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen mengaku tidak setuju dengan pernyataan Menteri koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang menilai pemakaian kaos berlambang Palu-Arit hanya sebatas tren anak muda.

"Polisi tegas, Menhan juga tegas. Tapi Jokowi (Presiden, red) dan Luhut (Menkopolhukam) bilang jangan berlebihan, malah dibilang baju trendi. Justru itu awal dari kebangkitan PKI," ujar Kivlan dalam sebuah kegiatan diskusi publik di Jakarta, Rabu (25/5) malam.

Dia berpendapat, peristiwa penggunaan lambang yang identik dengan komunisme tersebut di negara-negara Eropa masih bisa dimaklumi karena pola pikir masyarakatnya yang telah maju sehingga bisa mengerti dan memahami batas-batas idealisme sebuah negara.

"Kalau kita masih negara berkembang dan masih ada kecurigaan paham komunis akan bangkit lagi," ujar Kivlan menegaskan.

Sebelumnya, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan berkomentar mengenai maraknya remaja yang mengenakan pakaian dengan atribut palu-arit dan beberapa temuan spanduk di sejumlah daerah yang menggunakam lambang serupa.

Menteri Luhut menilai penertiban agar jangan dilakukan secara berlebihan karena masih dilakukan proses pendalaman dan dikhawatirkan penggunaan atribut tersebut hanya sebagai bagian dari budaya pop atau grup musik tertentu yang menggunakan atribut serupa.

Selain itu, Kivlan juga menilai diadakannya simposium PKI yang berlangsung beberapa waktu lalu merupakan aksi pembiaran yang sengaja dilakukan oleh pemerintah dan berjanji akan mengadakan simposium tandingan dalam waktu dekat.

Pada kegiatan diskusi yang diselenggarakan di kantor Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri itu, Kivlan juga memaparkan adanya pergerakan komunis gaya baru yang dia anggap tengah bersiap untuk bangkit di Indonesia.

"Kalau komunis gaya lama tampilannya sudah ada di konstitusi dan kepengursan partai. Tapi yang gaya baru partainya tidak ada tapi orang-orangnya sudah menyusup ke tingkat pemerintahan," tukas Kivlan memaparkan.

Sumber: Antara/Republika

Foto: Klikdokter

intriknews.com - Depresi adalah suasana hati yang buruk karena berbagai masalah yang berat dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Faktor-faktor depresi antara lain kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, atau masalah keuangan. Tapi, pilihan kecil yang Anda buat setiap hari juga dapat memengaruhi suasana hati lebih dari yang Anda sadari.

Kebiasaan di sosial media, latihan rutin, dan bahkan cara Anda berjalan dapat mengurangi kebahagiaan  dan Anda mungkin tidak menyadarinya. Untungnya, perilaku ini dapat diubah.

Baca terus untuk tahu bahwa setidaknya ada 12 hal yang dapat menyabotase suasana hati Anda, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya.

1. Anda membungkuk ketika berjalan

Bagaimana kita merasa dapat memengaruhi cara kita berjalan. Dan begitu juga sebaliknya, kata sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry.

Para peneliti menemukan, bahwa ketika subjek diminta untuk berjalan dengan bahu membungkuk, dan dengan gerakan lengan minimum, mereka mengalami suasana hati yang buruk daripada mereka yang memiliki semangat dalam melangkah.

Lakukanlah ini: Angkat dagu dan tegakkan bahu Anda untuk merasakan suasana hati yang positif.

2. Anda memotret segala sesuatu

Sembarangan memotret dapat menghambat bagaimana Anda mengingat momen, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science.

Dalam studi tersebut, peserta studi diminta melakukan  tur museum, mengamati beberapa objek dan gerakan orang lain. Hasilnya, mereka yang banyak memotret, kesulitan mengingat item dibandingkan dengan mereka yang benar-benar melihat dan memerhatikan isi museum.

Lakukanlah ini: Fokus pada subjek saat mengambil gambar atau lebih baik lagi, duduk dan nikmati diri Anda sendiri. Serap keindahan dan berpartisipasi dalam tindakan. Inilah hal-hal yang akan membuat Anda kuat secara mental, kata Clay.

3. Anda membiarkan bully mengambil kebahagiaan Anda

Bullying tidak berakhir ketika Anda meninggalkan sekolah.  Lebih dari 70% orang telah mengalami bully di tempat kerja, kata Erin K. Leonard, PhD, seorang psikoterapis dan penulis buku, Emotional Terrorism: Breaking the Chains of a Toxic Relationship.

"Serangan ejekan dan pelecehan jahat di titik kebanggaan dan harga diri secara terus menerus, itu bisa menghancurkan. Ini membuat emosional Anda tidak stabil sehingga bahkan sulit untuk bangun dari tidur dan pergi bekerja."

Lakukanlah ini: The Workplace Bullying Institute menganjurkan Anda pertama kali membuat janji dengan psikolog untuk mendiskusikan kesehatan fisik dan mental Anda, serta cara mengatasi dan menyudahi ejekan jahat itu.

4. Anda tidak berolahraga

Jika Anda menjadi lebih aktif secara fisik tiga kali seminggu, risiko stres dan tertekan akan turun sebesar 19 persen, menurut sebuah studi baru yang dinuat dalam JAMA Psychiatry.

Setelah mengikuti lebih dari 11.000 orang dan merekam gejala depresi dan tingkat aktivitas fisik mereka secara teratur, peneliti University College London menemukan korelasi antara aktivitas fisik dan depresi.

Orang yang mengalami depresi cenderung kurang melakukan aktivitas fisik. Setiap kali Anda aktif secara fisik, risiko depresi turun sebesar enam persen.

Lakukanlah ini: Keluar dan bergeraklah. Tidak perlu terlalu lama jika tak ada waktu. Cukup dengan naik tangga bolak-balik akan membantu menyegarkan pikiran.

5. Anda suka menunda-nunda

 Jika alasan Anda menunda adalah karena pekerjaan itu membosankan atau Anda merasa tidak suka melakukannya, kami tidak bisa membantu Anda.

Tapi, jika Anda menghindari tugas karena cemas atau  takut gagal, maka menunda-nunda hanya membuat segala sesuatunya lebih menegangkan.

Lakukanlah ini: Sebelum Anda menyelesaikan pekerjaan Anda, lakukan sesuatu yang membantu Anda mengurangi stres seperti: mendengarkan musik, joging dan lain sebagainya.

Leonard menyarankan Anda terlibat dalam kegiatan yang membantu mengurai kecemasan. Dengan cara ini Anda dapat memasukkan sedikit unsur bersenang-senang ke dalam pekerjaan.

6. Anda berada dalam hubungan yang beracun

"Saya memiliki banyak klien yang menderita kecemasan dan depresi tapi tidak menyadari itu karena hubungan yang beracun," kata Leonard.

"Hal ini menggerogoti harga diri mereka. Pasangan mereka membuat mereka percaya bahwa mereka tidak kompeten, atau egois. Kadang-kadang dibutuhkan bertahun-tahun bagi seseorang untuk menyadari bahwa mereka depresi dan kecemasan mereka berasal dari hubungan yang tidak sehat. "

Lakukanlah ini: Anda mungkin perlu beberapa bantuan dengan masalah yang satu ini. Pertama, bacalah tentang tanda-tanda bahwa pasangan Anda mungkin kasar.

Kemudian, berkonsultasi dengan seorang psikolog profesional, anggota keluarga, atau teman dekat untuk membantu Anda mengenali tanda-tanda kekerasan.

7. Anda terlalu serius

Kadang, hidup memang berat tap tertawa tetap penting. Temukan beberapa cara untuk tertawa lagi. "Ada banyak penelitian yang menunjukkan manfaat tertawa terhadap kesehatan kita, termasuk kesehatan mental," kata Leonard. "Tertawa adalah obat paling cepat untuk atasi kegelisahan dan depresi."

Lakukanlah ini: Carilah humor setiap hari. Menonton acara TV yang lucu, atau menghabiskan waktu dengan teman-teman yang membuat Anda tersenyum. Anda bahkan bisa mencoba menjadi relawan dengan bekerja bersama anak-anak kecil.

8. Anda kurang tidur

"Tidur memengaruhi segala sesuatu," kata Diedra L. Clay, PsyD,  profesor dari departemen psikologi konseling dan kesehatan di Bastyr University.

"Tidur adalah cara tubuh kita beregenerasi dan tanpa itu kita akan mengalami malfungsi sistem."

Lakukanlah ini: Cobalah untuk mencari tahu mengapa Anda tidak bisa  tidur dan kemudian mengambil langkah-langkah untuk menciptakan lingkungan yang tenang.

9. Anda tidak pernah sendirian

Antara anak-anak, pekerjaan, pernikahan, dan kegiatan lainnya, Anda tidak dapat menemukan waktu untuk diri sendiri.

Leonard menekankan pentingnya menemukan waktu untuk diri sendiri, apakah itu 10 menit, satu jam, atau sehari. Tanpa meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal untuk diri sendiri, depresi dan kecemasan akan menghantui, kata Leonard.

Lakukanlah ini: Jadwalkan waktu untuk diri sendiri, untuk melakukan berbagai hal yang Anda sukai seperti ke salon atau beryoga.

10. Anda tidak benar-benar berbicara kepada siapa pun

Jika Anda menggunakan media sosial untuk tetap berhubungan dengan teman-teman, artinya Anda tidak memiliki kontak sosial yang bermakna.

Media sosial telah merenggut kebersamaan yang sesungguhnya. Ini terlihat dari betapa sibuknya orang memantau media sosial padahal di depannya ada orang lain.

Lakukanlah ini: Pastikan untuk menjadwalkan waktu keluar bersama teman atau keluarga untuk melakukan aktivitas menyenangkan di dunia nyata.

11. Anda tidak bisa hidup tanpa ponsel

Kapan terakhir kali Anda benar-benar bebas perangkat elektronik? Tidak ingat? Bukan pertanda baik.

"Dengan semua perangkat yang kita miliki, kita cenderung menjadi egois. Gadget juga menganggu waktu beristirahat yang penting untuk proses regenerasi tubuh dan pikiran kita." Akhirnya, ini dapat memicu depresi atau kecemasan.

Lakukanlah ini: Buat hari bebas alat elektronik, di mana Anda menjauhkan diri dari semua perangkat seminggu sekali, walau itu hanya setengah hari.

12. Anda multitasking

Makan siang sambil mengetik pekerjaan sekaligus menelepon. Anda pernah melakukannya? Penelitian menunjukkan, bahwa meskipun banyak orang percaya bahwa multitasking artinya lebih produktif, namun hal itu membuat stres.

Lakukanlah ini: Letakkan telepon, matikan televisi, dan perhatikan apa yang Anda lakukan dan apa yang terjadi di sekitar Anda. Biarkan otak Anda memproses segala sesuatu yang terjadi pada Anda secara real time (saat ini, di tempat ini).

Sumber: wartakesehatan


intriknews.com - Secara brutal  serangan udara yang dilancarkan Rezim Bashar dan Rusiamenargetkan sebuah Rumah Sakit di Aleppo Suriah.

Serangan itu telah menewaskan Dr. Muhammad Waseem Maaz, dokter specialist anak di Aleppo, bersama 27 staff dan pasien RS.

Sosok sederhana dan pekerja keras ini menghabiskan sedikitnya 6 jam dari waktu perharinya untuk berada standby di Rumah Sakit.

Selain pekerja keras Dr.Waseem juga terkenal ramah, baik hati dan humoris. Semua staff RS sangat akrab terhadap Dr.Waseem. Para staff RS dan para pasien langganannya merasa sangat kehilangan akan kepergiannya.

Berikut adalah detik-detik saat bom mengguncang Rumah Sakit di Aleppo, menewaskan para tenaga medis dan pasien:

Sumber: DuniaTimteng


intriknews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, kompak membeberkan "dosa" para pengembang proyek reklamasi di pantai utara Jakarta yang tidak memenuhi syarat pembangunan berbasis lingkungan.

Hal itu terjadi ketika mereka bersama Menko bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, mengunjungi Pulau C dan D hasil reklamasi, di pantai utara Jakarta, Rabu (4/5). "Dosa-dosa" pengembang itu selama ini dibiarkan oleh Pemprov DKI Jakarta yang mengklaim sebagai lembaga yang punya otoritas mengendalikan reklamasi.

Susi menekankan pemerintah pusat akan mengambil alih regulasi proyek reklamasi agar pembangunannya tidak mendegradasi lingkungan, terutama tidak mengganggu arus laut, biota laut dan ekosistem.

Susi juga menegaskan, reklamasi pada hakikatnya adalah bukan membuat pulau baru, melainkan menambah daratan di pesisir. Bahkan pembuatan pulau-pulau baru itu mengusik kelayakan lingkungan, seperti halnya Pulau C dan D.

Masih menurut Susi, seharusnya jarak antara reklamasi ke darat berjarak 300 meter agar tidak menganggu arus laut. Namun karena reklamasi ini sudah terlanjur terjadi, Susi menginginkan ada koreksi supaya tidak menjadi gangguan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, membeberkan bahwa pembangunan Pulau C dan D banyak mengandung persoalan dari sisi AMDAL.

"Tidak dikaji juga bahan urukan. Tidak dikaji ada keberatan dari PLTU Muara Karang dan Tanjung Priok, kemudian terganggunya pipa bawah laut. Di sini juga soal lintasan sedimen ekosistem terumbu karang juga tidak dikaji," beber Siti.

Selain itu, kedua pulau berdiri digabungkan, tidak terpisah. Seharusnya, ada kanal yang membelah kedua pulau agar aliran air dan nelayan bisa lewat di antara kedua pulau.

Melihat kondisi fatal itu, pemerintah menerapkan dua macam moratorium, yakni moratorium planning secara keseluruhan hingga disiapkan oleh Bappenas, dan moratorium praktek di lapangan

"Menurut UU selama syarat-syarat lapangan belum terpenuhi, maka itu harus diberhentikan sampai syaratnya dipenuhi," kata Siti.

Semua kegiatan reklamasi harus dihentikan hingga memenuhi persyaratan perundang-undangan. Siti juga meminta SK Gubernur soal AMDAL reklamasi dikoreksi, dan kembali ke aturan pemerintah pusat. Selama moratorium berjalan, AMDAL harus disiapkan ulang.

"Posisinya seperti itu, seperti dikatakan Pak Menko (Rizal Ramli), ada goodwill untuk kepentingan masyarakat banyak, integrasi sosial yang paling penting. Manfaat untuk masyarakat kecil harus ada," urai Siti.

Sumber: Rmol


intriknews.com - Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra tak berniat untuk melaporkan orang yang menuangkan cat ke mobilnya. Dia malah memaafkannya.

"Saya maafkan sajalah pelakunya," ujar Yusril (Selasa, 3/5).

Mobil Mercedes Benz bernomor polisi B 1026 milik Ketua Umum PBB tersebut disirami cat berwarna kuning saat parkir di Jalan Sensus II, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketika itu Yusril sedang menghadiri syukuran warga di Bidara Cina.

Yusril merupakan pengacara warga Bidara Cina melawan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait proyek inlet sodetan Kali Ciliwung. Dalam gugatan tersebut, Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta memenangkan warga Bidara Cina.

Terkait insiden tersebut, Yusril juga tidak menganggap sebagai "teror" mental dan sejenisnya yang akan membuatnya surut dalam membela rakyat tertindas dan terpinggirkan. Baginya, dalam memperjuangkan sesuatu pasti akan ada yang setuju dan tidak setuju.

"Hal seperti itu lumrah terjadi dalam alam demokrasi," ucapnya.

Namun dia mengingatkan, demokrasi memerlukan kedewasaan agar kita hidup damai dalam perbedaan.

"Orang yang menuangkan cat ke mobil saya itu anggap saja belum dewasa dalam berdemokrasi sehingga dia gunakan cara-cara seperti itu untuk mengekspresikan perbedaan pendapat dan kepentingannya," ungkap mantan Menteri Hukum dan HAM ini.

"Sebagian besar warga Bidaracina meski hidup sederhana malah cukup dewasa dalam berdemokrasi. Mereka melawan Gubernur Ahok tidak gunakan cara-cara brutal, tapi gunakan hukum untuk kalahkan Gubernur dan mereka berhasil," demikian Yusril.

Sumber: Rmol
.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.