Headlines News :

    9 Target Hidup Di Usia 30


    intriknews.com Usia 30-an memang sering dianggap “sakral” dan penting. Di usia ini kamu sudah memasuki dunia kerja, mulai mengenyam banyak pengalaman, punya banyak skill. Di usia ini pula mulai muncul keinginan untuk menjadi manusia yang lebih baik.

    Jika kamu udah siap untuk menempuh fase baru dalam kehidupanmu, berikut ini beberapa target yang perlu kamu capai saat menginjak usia 30 tahunan. Tentunya kamu selalu ingin mendapatkan hidup yang lebih baik kan?

    1. Umur 30-an adalah saatnya menjalani kehidupan yang lebih mapan. 
    Sepanjang umur 20-anmu pastikan kamu telah menjalani pekerjaan yang cukup menjanjikan
    Di saat menginjak usia 30 kamu udah gak seharusnya masih berkelana hilir mudik buat mencari pekerjaan yang sesuai denganmu. Jauh sebelum berusia kepala tiga kamu seharusnya udah membangun jaringan yang bisa membawa kontribusi dalam pengembangan karir kamu.

    Jaringan yang udah kamu punya sebelumnya semestinya telah membawa kamu ke pekerjaan/jabatan yang udah mantap bagi kamu. Mantap dalam artian gajinya cukup (bahkan bisa nabung), suasana yang nyaman dan memberi kesempatan luas utuk kamu meniti karir ke level top.

    2. Hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Lihat lagi dirimu sendiri: sudahkah kamu punya sesuatu untuk dibagi?
    Sukses bukan hanya soal mengisi gelasmu sendiri sampai penuh. Pribadi yang sukses adalah dia yang juga bisa memberikan sesuatu bagi orang lain. Di usia 30-an, seharusnya kamu sudah bisa membagi pengalamanmu demi kemajuan orang di sekitarmu.

    Karena udah mengumpulkan banyak pengalaman, kamu udah mulai menjadi mentor bagi bawahan dan angkatan kerja baru. Ketika para junior ini memandang kamu sebagai panutan, maka jangan gegabah dalam bertindak. Jangan pula menganggap ini sebagai beban karena memberi ilmu pada junior itu membawa beberapa keuntungan:

    Mentoring memberimu kesempatan untuk menemukan rekan junior yang punya potensi besar untuk berperan besar bagi kantor di masa depan.
    Selain memberi ilmu kamu juga mendapat ilmu baru: skill kepemimpinan dan komunikasi.

    3. Lupakan hura-hura dan bersenang-senang. Kini saatnya kelebihan uang masuk kantung investasi dan rekening simpanan
    Di usia sekarang kamu udah harus benar-benar menyiapkan masa depan secara matang. Tabungan semestinya bukan hanya berbentuk rekening gede di bank. Tapi usahakan memecah tabunganmu dalam berbagai bentuk bisa seperti aset, lahan, asuransi dan surat hutang.

    Investasi juga jadi hal yang tidak lagi asing buatmu. Kamu benar-benar telah mempersiapan masa depan lewat ikut instrumen investasi yang menguntungkan. Memang membutuhkan waktu lama dan usaha untuk mencapai hal ini tapi jika kamu udah tahu dari sekarang, kamu udah tahu mau dibawa ke mana uang itu jika udah di tanganmu nantinya.

    4. Kebugaran tubuhmu juga perlu dijaga. 
    Kamu tak akan punya metabolisme sehebat saat ini selamanya
    Seiring bertambahnya umur, tubuh kamu makin rentan terhadap penyakit. Kamu pun makin sadar bahwa kesehatan adalah aset yang tak ternilai harganya.Untuk itu kamu berusaha lebih keras untuk menjaga kesehatan.

    Agar tetap fit jadwalkan untuk berolahraga dan tetapkan targetnya. Misal, kamu menargetkan untuk berlari dengan jarak total sejauh 5 kilometer dalam seminggu (atau sebulan). Jika berlari bukan latihan yang cocok bagimu, bikin target untuk menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan peningkatan kebugaran. Dengan begitu tubuh kamu akan memilih sendiri program latihan apa yang cocok bagi kamu.

    5. Walau sudah memasuki kepala 3 semangat belajarmu harus terus dipompa. Tak ada salahnya kini mengambil S2 atau bahkan S3
    Mapan secara karier sebelum usia 30-an tidak membuatmu bisa begitu saja berhenti belajar. Mengejar pengalaman, belajar untuk menjadi lebih bijak, dan penerapan ilmu masih bagian dari proses belajar yang tidak pernah selesai kamu lakoni. Setelah kamu memiliki kestabilan karir dan pribadi gak ada salahnya kalau kamu mulai memikirkan untuk kembali duduk di bangku kuliah untuk gelar pasca sarjana atau gelar sarjana bagi kamu yang belum sempat kuliah langsung selepas masa SMA.

    Memang benar kuliah membutuhkan dedikasi yang tinggi untuk dilaksanakan namun jika kamu gak punya waktu di siang hari coba pertimbangkan untuk mengambil program kelas malam seperti yang sering dilakukan para profesional. Selain itu, di era internet seperti sekarang kamu juga bisa mengambil kelas-kelas online.

    6. Buka dirimu seluas-luasnya. Kenal orang baru, perkaya dirimu dengan keterampilan yang sebelumnya belum akrab denganmu
    Jika kamu mengira kamu udah terlalu tua untuk mempelajari hal baru maka sadarilah bahwa selalu ada ruang untuk menambah ilmu baru. Ikutin kursus bahasa yang selama ini bikin kamu penasaran, pelajari cara memasak dari ahlinya,atau mendaftar di kelas kerajinan tangan merupakan beberapa hal yang gak ada salahnya kamu coba.

    Dengan mempelajari hal baru, kamu dapat membuktikan kalau pikiran dan badan kamu masih punya semangat anak muda. Punya bahasa baru yang dikuasai bikin traveling kamu gak seribet sebelumnya dan punya skill anyar entah itu dibidang kuliner, kerajinan, komputer dan lain-lain bisa memberi kamu keiatan di kala bengong. Siapa tahu jadi sumber pemasukan jika kamu memutuskan pensiun nantinya.

    7. Kepemilikan tempat tinggal sebelum umur 30 akan sangat melegakan. Paling tidak uangmu tak harus banyak terbuang untuk biaya kost atau kontrakan
    Walau didapat melalui KPR, memiliki rumah sendiri akan memberi kamu kenyamanan tiada tara. Ini merupakan pencapaian yang harus kamu kejar sesaat kamu udah mantap dengan pekerjaan kamu. Tapi harap diingat mengajukan KPR butuh persiapan dan perhitungan matang, pastikan kamu siap berkomitmen selama bertahun-tahun dengan pihak kreditor.
    8. Sebelum masuk umur 30-an bebaskan dirimu dari hutang dan ciptakan kemerdekaan finansial
    Seringkali disebut juga sebagai “Merdeka secara Finansial”, namun apakah merdeka namanya jika kamu masih memiliki KPR dan/atau cicilan mobil yang jumlahnya melebihi pendapatanmu sendiri?

    Menjadi usia 30-an gak mengahruskan kamu benar-benar lepas dari hutang, namun setidaknya kamu udah berada pada posisi “Aman” yakni, punya pekerjaan, punya rumah sendiri dan memiliki tabungan. Satu yang penting, kamu bisa menyesuaikan kemampuan finansial dengan gaya hidup.

    9. Ini adalah saat terbaik untuk mulai berkeluarga. Dengan begitu kamu punya waktu yang cukup panjang untuk menikmati kebahagiaan berdua
    Ada yang bilang kalau jodoh adalah urusan Tuhan namun ada juga jodoh ada di tanganmu asalkan kamu memantaskan diri, makanya Hipwee gak mau menentukan pada umur berapa kamu harus menikah.

    Namun jika dilihat dari kacamata sains kamu harusnya menikah setelah di atas usia 25 tahun. Artinya, sebelum memasuki usia 30 tahun kamu sudah harus tahu apakah mau menikah atau tidak, dan mengetahui apa yang harus kamu lakukan dengan keputusanmu itu.

    Dari 9 hal di atas, sudah berapa yang kamu raih hari ini?

    sumber: hipwee

    Abraham Samad: Tudingan Hasto Fitnah Belaka!


    intriknews.com Jakarta - KPK telah melakukan klarifikasi terhadap Ketua KPK Abraham Samad terkait tudingan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Samad membantah mentah-mentah tudingan tangan kanan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ini.

    "Beliau mengatakan itu fitnah belaka," kata Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

    Karena itu KPK tak akan buru-buru memenuhi keinginan Hasto untuk memproses Abraham Samad di komite etik.

    "Tentu tadi harus diklarifikasi dulu apakah tuduhan itu benar atau tidak. Pak Abraham Samad mengatakan bahwa yang dituduhkan itu adalah fitnah belaka dan fitnah itu lebih kejam," tegas Johan.

    Johan pun menantang Hasto mengungkap bukti yang dimilikinya. Tanpa bukti kuat, KPK bisa memperkarakan tudingan Hasto tersebut.

    "Jika Hasto dan kawan-kawan punya bukti yang kokoh tentu kami akan mengambil langkah-langkah. Apa langkah-langkah itu terlalu dini kalau saya menyampaikan itu," tegas mantan Jubir KPK ini.


    sumber: detik

    Tokoh PDIP: Sebagian Besar Tulisan Rumah Kaca Itu Adalah Benar!


    intriknews.com Jakarta - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ‎ meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk Komite Etik.

    Hal ini terkait gerakan Ketua KPK Abraham Samad  yang di masa jelang pilpres 2014 rajin menggalang lobi ke para petinggi PDI Perjuangan supaya bisa ditunjuk menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo.

    Kabar adanya langkah-langkah politik bos lembaga antirasua itu pertama kali mencuat dari tulisan "Rumah Kaca Abraham Samad". Hasto mengatakan sebagian besar tulisan Rumah Kaca itu adalah benar.

    "Merekomendasikan kepada KPK untuk membentuk Komite Etik," kata Hasto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1).

    Hasto mengaku siap untuk memberikan keterangan dalam Komite Etik. Bahkan, kata dia, mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono juga siap bersaksi dalam Komite Etik.

    sumber: jpnn

    Semua Kegaduhan Ini Berawal dari Jokowi!


    intriknews.com Jakarta - Hubungan Polri dan KPK gaduh setelah Bareskrim Polri menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Jika disadari, semua persoalan yang begitu rumit saat ini berawal dari ketidaktegasan Presiden Joko Widodo.

    Jika ditarik benang merah, persoalan yang seolah menjadi Cicak vs Buaya Jilid II ini berawal dari keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Selentingan santer Komjen Budi diusulkan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    Isu ini tak sepenuhnya salah, sejumlah elite PDIP seperti Pramono Anung membenarkah Komjen Budi memang punya hubungan dekat dengan Mega dan Jokowi. Meski menuai kritik keras dari kalangan antikorupsi, toh Jokowi tetap mengusulkan nama jenderal bintang tiga itu ke DPR, bahkan sebagai calon tunggal Kapolri.

    Situasi mulai memanas setelah pada Selasa (13/1) KPK menetapkan Komjen Budi menjadi tersangka kasus rekening gendut. Apalagi penetapan tersangka itu hanya sehari sebelum Komisi III DPR melakukan fit and proper test calon tunggal Kapolri itu.

    Meski arus penolakan terhadap Komjen Budi semakin deras, Komisi III DPR yang digawangi Aziz Syamsuddin dan kawan-kawan tetap melakukan fit and proper test calon Kapolri. Catatan pentingnya, hanya Partai Demokrat yang menolak fit and proper test Komjen Budi jadi Kapolri.

    Sore itu juga Komisi III DPR melakukan kunjungan ke kediaman Komjen Budi Gunawan di kawasan Duren Tiga, di depan anggota Komisi III DPR yang seolah memberinya angin segar itu, Komjen Budi menuding ada yang bermanuver terhadap penetapannya jadi tersangka. Komjen Budi mengaku tak tahu menahu kasus yang didakwakan kepadanya.

    Malam harinya para petinggi KIH menggelar rapat di sebuah rumah makan di Menteng. Konon hasil rapat yang diikuti Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum NasDem Surya Paloh, dan para petinggi KIH ini sepakat mendorong Jokowi tetap melantik Komjen Budi jadi Kapolri. Sikap kenegarawanan Presiden Jokowi pun ditunggu, rakyat menanti apakah Jokowi akan mendengarkan suara partai pengusung atau mendengarkan suara rakyat.
    Keesokan harinya pada Rabu (14/1) fit and proper test Komjen Budi digelar di Komisi III DPR. Ketimbang mengkritisi, arena uji kelayakan dan kepatutan tersebut malah menjadi arena banjir pujian ke Komjen Budi. Partai Demokrat yang menolak fit and proper test konsisten dan tak ikut proses uji kelayakan Kapolri tersebut.

    Sementara itu di luar parlemen arus penolakan fit and proper test Komjen Budi Gunawan semakin santer. Namun semakin santer kritik ke parlemen, fit and proper test Komjen Budi Gunawan malah dipercepat. Dalam sehari proses fit and proper test tuntas, kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR ada Kamis (14/1).

    Paripurna pengesahan Komjen Budi Gunawan sempat hujan interupsi. Tapi pada akhirnya mulus, Komjen Budi disahkan DPR sebagai calon Kapolri. DPR menyetujui dan mempersilakan Presiden Jokowi untuk segera melantik Komjen Budi jadi Kapolri. Bola panas ditendang kembali ke Istana, Jokowi dihadapkan pada pilihan sulit melantik calon Kapolri yang jadi tersangka KPK sesuai kehendak partai pendukung atau sebaliknya.

    Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang menyadari Jokowi dalam posisi sulit, melempar seruan penyelamatan presiden. "Mari kita selamatkan Negara, Presiden dan Polri. Dengarkan suara rakyat," kicau SBY yang seolah langsung mengarah ke Presiden Joko Widodo, melalui twitter, Jumat (16/1/2015). Kicauan SBY ini juga dimaknai sebagai sindiran tajam kepada Megawati dan Paloh yang disebut-sebut sangat dominan di belakang Jokowi.

    Menjelang Jokowi mengambil keputusan, Surya Paloh mondar-mandir ke Istana. Orang kepercayaan Megawati, Pramono Anung, pun diterima Jokowi di Istana Negara. Sampai akhirnya Jokowi mengambil keputusan yang lagi-lagi menuai kontroversi. Jokowi memutuskan menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, tapi disertai penegasan itu tidak berarti pembatalan. Penegasan ini justru jadi tanda tanya besar, kenapa Jokowi seolah takut menggunakan hak prerogatifnya untuk membatalkan pelantikan Komjen Budi dan memilih sosok alternatif menjadi Kapolri.

    Kontroversi semakin luas lantaran Jokowi dinilai memaksakan pencopotan Jenderal Sutarman dari kursi Kapolri. Jokowi lantas menunjuk Wakapolri Komjen Badrodin Haiti untuk melaksanakan tugas Kapolri (bukan plt). Posisi Kapolri banyak dinilai orang kosong lantaran Wakapolri tak punya wewenang mengambil keputusan penting.

    Situasi semakin panas setelah di internal Polri terjadi pergantian posisi strategis Kabareskrim. Komjen Suhardi Alius yang dikenal bersih dan hobi blusukan justru tergeser digantikan Komjen Budi Waseso yang dikenal sebagai orang dekat Komjen Budi Gunawan. Banyak yang menduga ada deal tertentu tapi isu itu menguap bak embun pagi.
    Sampai kemudian pada Kamis (22/1) kemarin Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menggelar konferensi pers mengungkap 6 kali pertemuan Ketua KPK Abraham Samad dengan petinggi PDIP terkait penjaringan cawapres Jokowi. Hasto mengungkapkan kekesalan Abraham yang gagal jadi cawapres Jokowi dan menuding Komjen Budi jadi penyebabnya. Melalui 'serangan' keras ini Hasto seolah ingin menarik benang merah penetapan tersangka Komjen Budi adalah bagian dari dendam kesumat sang Ketua KPK. Tudingan Hasto dinilai sebagai serangan keras ke KPK lantaran tak didasari bukti yang kuat.

    Pada saat elite PDIP menyerang KPK dengan cukup keras ini Presiden Joko Widodo lagi-lagi terdiam. Sejumlah pengamat melihat manuver PDIP ini sebagai bunuh diri politik, tak hanya itu saja, bahkan bisa ikut mencoreng wajah Presiden Jokowi yang selama ini dikenal punya komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Saat semua pihak menanti sikap Jokowi mengerem manuver politik PDIP ini, muncul prahara yang lebih besar lagi.

    Jumat (23/1/2015) pagi tadi Bareskrim Polri menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto setelah mengantar anaknya ke sekolah. Penangkapan Bambang sangat kasar, bahkan Bambang yang masih bersatus pejabat negara dan belum pernah diperiksa polisi tersebut diborgol saat digelandang ke Bareskrim.

    Kabar penangkapan Bambang Widjojanto menyebar sangat cepat dan luas. Dalam sekejap saja dukungan terhadap KPK terus menguat. Di sosial media #saveKPK bahkan menjadi trending topic di tingkat nasional. Sementara itu ratusan aktivis pro KPK berbondong-bondong ke Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menyuarakan penyelamatan KPK. Semuanya menunggu sikap negawaran Presiden Jokowi untuk menyelamatkan KPK.

    Setelah banyak orang bertanya-tanya tentang keberadaan BW, Bareskrim menjelaskan penangkapan Bambang ini terkait dengan kasus Pilkada Kotawaringin Barat tahun 2010 silam. Kasus ini baru dilaporkan oleh politikus PDIP Sugianto Sabran pada tanggal 19 Januari lalu, hanya beberapa hari setelah Komjen Budi jadi tersangka KPK. Muncul spekulasi adanya perintah partai banteng moncong putih terkait hal ini, namun Sugianto yang pernah duduk di DPR RI periode lalu ini berkilah.

    Akhirnya Presiden Jokowi pun memanggil pimpinan Polri, KPK, dan Kejagung di Istana Bogor, Jawa Barat. Usai pertemuan 'islah' itu Jokowi pun menggelar konferensi pers bersama petinggi penegak hukum tersebut. Lagi-lagi Jokowi tak tegas. Dalam konferensi pers itu Jokowi hanya mewanti-wanti agar KPK dan Polri tak ada gesekan, tanpa menyinggung pembebasan Bambang Widjojanto atau mengungkap solusi meluruskan benang kusut hubungan KPK-Polri ini.

    "Dan tadi saya sampaikan terutama pada Ketua KPK dan Wakapolri, sebagai Kepala Negara saya meminta pada institusi Polri dan KPK, memastikan bahwa proses hukum yang ada harus obyektif dan sesuai dengan aturan UU yang ada. Tadi saya juga meminta, sebagai Kepala Negara, agar institusi Polri dan KPK tidak terjadi gesekan dalam menjalankan tugas masing-masing. 2 hal itu tadi yang saya sampaikan dan kita berharap semuanya juga, media, terutama, menyampaikan hal-hal yang obyektif," begitu pernyataan resmi Jokowi dari Istana Bogor.
    Pernyataan Jokowi ini dianggap normatif dan tidak menyelesaikan persoalan. Tak lama setelah Jokowi bersuara tak tegas itu para aktivis pro KPK seperti Denny Indrayana, Todung Mulya Lubis, Erry Riyana Hardjapamengkas, bersama mantan pimpinan KPK lain bersuara lantang mengharap ketegasan Jokowi mengambil langkah tegas pro penyelamatan KPK. Sementara KPK sendiri langsung berani mengeluarkan 4 pernyataan sikap yang tegas melawan penangkapan Bambang Widjojanto. Pernyataan keras itu disampaikan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja.

    Empat pernyataan sikap KPK antara lain memprotes keras penangkapan yang dilakukan terhadap salah seorang pimpinan KPK Bambang Widjojanto. Jika penangkapan ini dikaitkan dengan penanganan perkara yang saat ini sedang ditangani KPK sekali lagi KPK menegaskan bahwa penanganan kasus BG adalah murni penegakan hukum dan tidak ada unsur lain.

    "Ketiga, secara kelembagaan antara KPK dan Polri tidak ada masalah. Oleh karena itu kami mengharapkan Kepolisian sebagai institusi jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Keempat kami mengajak rakyat bersatu pada melawan korupsi dan melawan pihak-pihak yang menghalangi upaya pemberantasan korupsi," ujar Pandu.

    Wajar saja KPK mengeluarkan pernyataan keras. Sebenarnya Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja sempat melobi ke Bareskrim Polri, namun demikian lobi yang mestinya menyepakati pembebasan Bambang Widjojanto sebelum para pimpinan KPK menghadap Presiden Jokowi pada pukul 14.00 WIB tersebut tak dipatuhi Polri. Sampai pukul 18.00 WIB tak ada tanda-tanda Bambang bakal keluar dari Bareskrim Polri.

    Sampai pukul 19.30 WIB, para aktivis pemberantasan korupsi masih memadati Gedung KPK. Mereka akan melindungi gedung KPK yang menjadi pusat rahasia negara. Mereka tak ingin KPK dikebiri. Lalu sadarkah Presiden Jokowi bahwa semua persoalan ini berawal dari sikapnya yang tidak tegas sebagai presiden pilihan rakyat? Jokowi harus menegaskan bahwa dirinya adalah Presiden Rakyat Indonesia bukan petugas partai.

    Kini seluruh rakyat Indonesia menantikan langkah tegas Jokowi menyelesaikan persoalan ini dan mengambil keputusan secara tegas ke depan tanpa takut kepada siapa pun. Barangkali apa kata Rachmawati Soekarnoputri perlu didengar Jokowi.

    "‎Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi harus tegas, jangan terjebak kepentingan pragmatis gitu dong!" tuntut Rachmawati, Jumat (23/1/2015).

    "‎Kenapa haurs takut Megawati? Kenapa harus takut sama mitra koalisi? Dia kan panglima teringgi. Dia harus mem-back up KPK!‎" sambung adik dari Megawati ini yang pada masa Pilpres 2014 ada di barisan Prabowo Subianto.

    Lalu tunggu apa lagi, Pak Jokowi? Selamatkanlah KPK!

    sumber: detik

    Sst., Dibalik Kisruh KPK-Polri, Kontrak Freeport Diperpanjang


    intriknews.com Dibalik gonjang-ganjing pemberitaan seputar kisruh antarsesama lembaga penegak hukum yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), PT Freeport yang ada di Papua mendapat perpanjangan izin kontrak setelah pihak PT Freeport memenuhi permintaan pemerintah untuk membangun smelter.

    Seperti diberitakan laman jppn.com, Dirjen Minerba Kementerian ESDM R. Sukhyar mengungkapkan, poin amandemen kontrak Freeport itu telah beres. Sebelumnya, pemerintah memang tidak melihat adanya keseriusan dari perusahaan tambang tersebut untuk membangun tempat pengolahan dan pemurnian bahan mineral atau smelter. "Izin ekspor sudah diberi,"ujar dia kemarin.

    Setelah ancaman itu dikeluarkan Menteri ESDM Sudirman Said, Freeport memang kebakaran jenggot. Sudirman sempat kecewa. Sebab, hingga deadline amandemen, Freeport belum memastikan pembangunan smelter. Mereka lantas berusaha memperbaiki dan memanfaatkannya untuk memenuhi syarat.

    "Mengenai persyaratan adanya lokasi dan lahan, semua itu sudah terpenuhi saat ini," katanya.

    Sebagaimana yang pernah disampaikan, smelter tersebut memang dibangun di Gresik dengan lahan Petrokimia. Untuk commitment fee, Freeport telah menyiapkan USD 130 ribu kepada pemerintah sebagai bukti keseriusan membangun smelter.

    Namun, perpanjangan kontrak PT Freeport ini sangat disesalkan oleh salah seorang nettizen melalui jejaring sosial Twitter dengan menggunakan akun @bang_dw. Berikut komentar akun tersebut terkait perpanjangan kontrak PT Freeport itu.

    FREEPORT: omong kosong yang ujung akhirnya sama saja | #2041 | smelter bullshit | jawapos.com/baca/artikel/1…
      
    sudirman said menteri ESDM bilang kalo sampai tanggal 25 januari 2015 | freeport tidak bangun smelter juga maka kontrak dibatalkan | #BOHONG
      
    freeport akan dibekukan ekspor kondesatnya | apabila smelter belum dibangun | sudirman said #gertakompong
      
    #KENYATAANNYA | freeport dapat ijin ekspor kondesat lagi | smelter pinjam tanah petrokimia gresik bukan di papua | Indonesia #TKO
      
    kontrak freeport akan diperpanjang hingga 2041 | dan mulai hari ini sampai enam bulan kedepan baru dibahas draft MOU kesepakatannya
      
    kemarin malam hingga hari ini cuma pepesan kosong ala kabinet #pencitraan | gertak ompong sudirman said | agar batas kontrak terlewati
      
    batas renegosiasi kontrak freeport tgl 25 januari 2015 | kalau pemerintah tegas dgn omongan | batalkan kontrak freeport cukup sampai 2021
      
    sampai batas tanggal 24 ini | #terbukti freeport melakukan kebohongan | belum bangun smelter | smelter dagelan ala sudirman said
      
    sudirman said | #gertaksambal cuma buat kesan pemerintah tegas dan berwibawa | kenyataannya NOL dan BANCI | Indonesia #TKO
      
    mana omongan sudirman said terkait smelter | bullshit semua | smelter kaga ada | yang ada aksi tipu tipu perjanjian | #kongkalikong
      
    tetap saja Freeport 'ngadalin' Indonesia | isu smelter dbuat janji lagi | akan bikin | mirisnya bkn dpapua tp nyewa tanah petrokimia gresik
      
    #lucu | nambangnya di papua | tapi bangun smelternya di gresik | itupun baru rencana | jangan jangan cuma aksi kibul kibul juga akhirnya
      
    aksi saling kibul kibul | yang penting freeport aman | dan Indonesia kebagian | dasar rezim kabinet #pencitraan
      
    mungkin sudirman said akan berkata | freeport ngga bohong kok, buktinya ada itikad baik bangun smelter di gresik | #barurencana prett lu ah
      
    pan dia (sudirman said) sendiri yang bilang, kaga ada smelter ampe tgl 25, ijin ekspor kondesat freeport di bekukan | #prett lu ah
      
    yang bikin kesal lagi | ijin perluasan pertambangan freeport di berikan pemerintah jokowi | goblok bukan dikasih ke BUMN aja
      
    freeport kini jadi memiliki ijin tiga tempat petambangan di papua | dan ketiga nya emas semua | #goblok kenapa bukan BUMN yg dikasih
      
    tiga tempat itu sampai tahun 2041 | dikelola freeport | Indonesia cuma dapat ampas dan deviden sisa doang | #TKO
      
    #mirisnya | agar publik kaga kecewa dan terkesan pemerintah berani | omongan bagi hasil 40 : 60 di kampanye in | minta naik
      
    bilang sama jokowi ma said | ngapain kita yang minta naik | KITA HARUSNYA YG BERANI PUTUSIN | 60 bagi kita dan 40 buat freeport
      
    ini negara kita kok | bukan negaranya freeport | kok kayanya kaga punya wibawa dan bargain banget | minta minta | PUTUSIN dong, kaga mau OUT
      
    ini negara kita kok | bukan negaranya freeport | kok kayanya kaga punya wibawa dan bargain banget | minta minta | PUTUSIN dong, kaga mau OUT
      
    jokowi ma said cecunguknya rakyat apa cecunguknya freeport | katanya ekonomi berdikari, pemerintah trisakti | #prett
      
    yang pasti hasil semalam | freeport aman | jokowi aman | yang rame rakuatnya dikasih drama BW
      
    freeport diberi ijin ekspor lagi dan kontrak sampai 2041 | urusan smelter cari cari | sementara pemerintah sibuk kampanye pepesan kosong

    kampanye pepesan kosong | katanya bakal bangun smelter | katanya bakal dinaikan pembagian hasilnya | katanya katanya katanya | katanya doang
      
    #mirisnya | rakyat diberikan drama kpk,polri | hingga ada gerakan #savekpk | lalu soal freeport? | harusnya kita #saveindonesia
      
    #saveKPK dari polisi dibanding #saveindonesia dari freeport | lebih besar mana dampaknya | #tanya
      
    sudahlah, toh otak otak semua nya sudah diarahkan | #saveKPK lebih utama dibanding #saveindonesia | negerinya para bedebah
      
    #indonesiaMenangis tuips | sedih saiya ngeliatnya 
    Sumber: pasberita

    "Kemana Presiden Kita?"


    intriknews.com Medan - Tidak tegasnya Jokowi terhadap kasus yang menimpa Wakil Ketua KPK Bambang Widjoyanto membuat kecewa banyak pihak, salah satunya dari masyarakat Medan. Puluhan orang dari gabungan elemen masyarakat, aktivis, mahasiswa, pengacara, buruh dan LSM, yang mengatasnamakan "Masyarakat Sumut Peduli KPK" menggelar orasi di Bundaran Kantor Pos, Jln Balai Kota Medan, Jumat (23/1/2015) malam.
    Massa mendesak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo turun tangan menyelamatkan KPK. Jokowi harus menyelamatkan kepentingan bangsa. Bukan malah melindungi dan memuaskan keinginan partai pendukungnya.
    Massa membawa berbagai spanduk dan karton dengan berbagai tulisan. Diantaranya, "Save KPK", "Kami Cinta KPK", "Kemana Presiden Kita?", "Usut Tuntas Rekening Gendut Polri" dan lain sebagainya.
    Penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dinilai sebagai kriminalisasi Polri terhadap lembaga yang paling terdepan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Save KPK.

    sumber: tribunnews

    Direktur Indostrategi: Jokowi Hanya Diam Dan Nikmati Isu Antara KPK dan Polri


    intriknews.com   Jakarta - Penangkapan dan penetapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dinilai sebagai momentum dimana Presiden RI, Joko Widodo mengalami degradasi alias kejatuhan.
    Demikian disampaikan oleh ‎Direktur Indostrategi, Andar Nubowo dijumpai di Kantor KPK Jakarta, Jumat (23/1/2015).
    Menurutnya, dengan kejadian ini, janji Presiden Jokowi‎ mengedepankan Good Goverment sudah dilanggar.
    "Jokowi tidak mempunyai sikap yang tegas dalam perseturuan ini. Sepertinya saat ini, Jokowi sedang diam saja dan menikmati isu antara KPK dan Polri yang sekarang ini," ujarnya.
    Andar menegaskan, Jokowi seharusnya berani memposisikan diri mendukung KPK. Kalau tidak, kepercayaan publik terhadap Jokowi akan terus menurun, bahkan bisa menghilang.
    ‎"Kalau trush publik kepada Jokowi menurun, maka ini akan dimanfaatkan oleh lawan politiknya nanti,"‎ ujarnya.
    Sementara soal penangkapan Bambang oleh Bareskrim pagi tadi, kata dia, mirip seperti yang terjadi di orde baru.
    ‎"Ini tentu saja menyalahi penegakan hukum kita. Tiba-tiba diculik di tengah jalan dan langsung ditahan," imbuhnya.

    sumber: tribunnews

    Ternyata...Politisi PDIP Dibalik Penangkapan Wakil Ketua KPK


    intriknews.com Jakarta - Ternyata pelapor Bambang Wdjoyanto kepada kepolisian adalah salah seorang politisi PDIP. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut bernama Sugianto Sabran, yang menjadi pelapor kasus keterangan palsu pada sidang sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah Kotawaringin Barat yang membuat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto ditangkap polisi hari ini.

    Kasusnya berdasarkan Laporan Polisi : LP/67/I/ 2015/ Bareskrim tertanggal 15 Januari 2015, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat (23/1/2015).

    Rikwanto mengatakan Sugianto yang melaporkan Bambang Widjojanto ke Badan Reserse Kriminal, Mabes Polri, terkait kasus kesaksian palsu pada sidang sengketa Pemilukada Kabupaten Kotawaringin Kalimantan Tengah di Mahkamah Konstitusi (MK) sekitar Juli 2010.

    Terlapor diduga memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, ujar Rikwanto.

    Berdasarkan penelusuran, pelapor Sugianto Sabran tercatat anggota Komisi III DPR RI dari PDIP periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah.

    Laporan Sugianto ke polisi ini mencuri perhatian publik setelah Bareskrim Mabes Polri menangkapmbawa Bambang Widjojanto usai mengantarkan anaknya bersekolah di Depok, Jawa Barat, Jumat pagi ini.

    Penyidik Mabes Polri telah menetapkan tersangka terhadap Wakil Ketua KPK itu terkait laporan Sugianto setelah mengantongi tiga alat bukti yakni saksi, keterangan saksi ahli dan dokumen.

    Setelah dirembuk bisa ditingkatkan berupa proses penyidikan sampai akhirnya sudah ada tiga alat bukti yang sah yaitu dokumen, saksi dan dua ahli, ungkap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Ronny Sompie.

    sumber: republika
     
    Copyright © 2015. INTRIKNEWS - All Rights Reserved