Headlines News :

    Tips Lakukan Senam Kecil di Kantor


    intriknews.com Rutinitas pekerja kantoran membuat sebagian diantaranya melupakan kegiatan berolahraga. Kesibukan kantor yang menumpuk seringkali menimbulkan efek negatif bagi seseorang karena kurangnya menjalani pola hidup sehat.

    Di sela-sela kesibukan, ada baiknya melakukan senam kecil di kantor. Tujuannya, agar badan tidak kaku dan pikiran menjadi fresh. Berikut beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan saat berada di kantor:

    1. Lakukan relaksasi dengan menarik leher ke arah pundak berlawanan secara pelan. Tahan hingga 3-6 detik dan lakukan gerakan pada sisi lain. Ulangi sebanyak lima kali.

    2. Untuk bagian lengan dapat melakukan mengangkat lengan atas hingga ke bagian bawah telinga bawah. Putarkan secara perlahan ke arah belakang dan sebaliknya pada kedua lengan.

    3. Bagian otot paha dan kaki dapat dilakukan gerakan dorongan kedua telapak kaki ke arah depan tubuh atau lantai, tahan hingga 6 detik.

    Selain melakukan kegiatan itu, juga dapat berjalan-jalan mengitari kantor untuk mengambil air minum atau berbincang dengan teman meja sebelah. Tak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga disela kesibukan kantor.

    Sumber: dream

    Israel Bangun 365 Unit Pemukiman Baru Di Al-Quds Palestina


    intriknews.com Penjajah zionis mulai memperluas pemukiman Romat Salomo di Al-Quds, sebanyak 365 unit baru segera dibangun selama dua tahun kedepan.

    Kementerian perumahan zionis telah memasarkan unit-unit pemukiman yang diumumkan pada April lalu di wilayah Selatan Al-Quds, Al-Quds Pusat, dan Betlehem Tepi Barat Selatan.

    Proyek tersebut memicu pembekuan perundingan antara zionis-Palestina yang disponsori Amerika, baru-baru ini hal tersebut diungkap Menlu Jhon Kerry di hadapan kongres Amerika.

    Sementara itu,Rabi Yahudi, Eldad Samuel menyerukan kepada warga zionis untuk kembali mengunjungi kuburan Daud, membelanya dan membersihkannya dari tangan kaum muslimin dan kaum nasrani di Al-Quds.

    Dalam wawancaranya dengan TV7 Zionis, Samuel menyatakan, saat agresi zionis kita sibuk tak mengurusi kuburan Daud di Al-Quds, dan saat ini kita harus kembali mengurusinya.

    Sumber: infopalestina

    Ichsanuddin Noorsy: Sekarang logika ekonomi apa yang dipakai PDIP?


    intriknews.com Pakar ekonomi kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, mempertanyakan dukungan PDI Perjuangan terhadap rencana penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak oleh Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    Ditegaskan Noorsy, logika ekonomi yang dipakai PDIP tentu saja bukan ekonomi konsititusi atau tidak sesuai prinsip Tri Sakti yang selama ini digembar-gemborkan oleh capresnya, Joko Widodo.

    "Konstitusi kita tidak memberikan ruang bagi harga pasar atau harga keekonomian," tegasnya, dalam diskusi "Bola Panas BBM" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8).

    Ia menekankan, cara berpikir atau hitung-hitungan yang dipakai PDIP dan Jokowi-JK dalam menetapkan kebijakan BBM pastilah tidak ketemu dengan semangat konstitusi.

    "Jadi jangan bicara terlampau jauh, padahal cara berpikir kita lagi digeser ke logika harga pasar dan harga keekonomian. Sekarang logika ekonomi apa yang dipakai PDIP?" gugatnya.

    Dia juga jelaskan bahwa banyak alternatif solusi. Sejak awal ia mengusulkan agar pemerintah terbuka mengenai biaya pokok produksi minyak dalam negeri dan biaya pokok minyak impor, baru bisa berbicara tentang harga.

    Kemarin, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terang-terangan menyatakan, partainya mendukung kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubidi. Namun ia membantah keras jika partainya dianggap tak konsisten. Ditegaskannya, kalau subsidi masih ditahan, maka terjadi defisit anggaran.

    "Kami berkalkulasi secara nyata, jangan bilang kami tidak konsisten.  Kalau kenyataannya subsidi dibiarkan, penyediaan BBM membuat rakyat antre dan sebagainya," tegas Megawati kepada wartawan di Posko Pemenangan Jokowi-JK, Jalan Sisingamangaraja nomor 5, Jakarta, Jumat (29/8).

    Sumber: rmol

    SBY: "Parpol jangan berubah-ubah setuju atau tidak, nanti rakyat bingung"


    intriknews.com Presiden SBY, selaku Ketua Umum Partai Demokrat, menegaskan dirinya pribadi dan partainya akan mendukung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK, namun dengan catatan.

    "Kalau Pak JK dan Pak Jokowi berencana menaikkan harga BBM, pasti sudah dipikir baik-baik. Saya pada posisi setuju kalau itu untuk kebaikan untuk semua rakyat," jelasnya dalam program wawancara khusus "Isu Terkini" yang disebarluaskan lewat Youtube, kemarin.

    Lantas bagaimana sikap Partai Demokrat yang ia pimpin? Sebagaimana partai lain dalam mekanisme hubungan DPR dan pemerintah, Demokrat tidak terjebak pada persoalan setuju atau tak setuju kenaikan harga BBM.

    "Berapa besar naiknya? Lantas kapan dinaikkan? Ada tidak proteksi kepada rakyat miskin? Kalau besarannya pas, waktunya tepat dan pemerintahan Pak Jokowi memperhatikan yang miskin dan terdampak, Demokrat pasti mendukung," terang SBY.

    "Partai kami, ada pemilu atau tidak, kalau kebijakan logis pasti didukung. Kami ingin konsisten. Jangan sampai partai politik berubah-ubah setuju atau tidak, nanti rakyat bingung. Yang penting kita jernih melihat persoalan," tambahnya. [yq]

    DEBAT PANAS Hannity Fox News vs Imam Mesjid London Tentang ISIS


    intriknews.com Saluran Fox News Insider menghadirkan Imam Anjem Choudary yang merupakan Imam di mesjid London, Inggris pada Kamis, (28/8).

    Sebagaimana dilansir Foxnewsinsider, debat ini sudah berlangsung dengan tensi yang tinggi sejak awal. Hannity, host pada acara tersebut bertanya apakah Imam Choudary setuju bahwa setiap orang yang menolak masuk Islam harus dihukum mati seperti yang dilakukan ISIS terhadap salah seorang wartawan Amerika Serikat, James Foley.

    Imam menjawab dengan diplomatis bahwa Amerika Serikat sendiri mempunyai standar ganda dan pernah mengatakan siapa saja yang tidak bersama Amerika dia adalah bagian dari Teroris.

    Dalam debat yang makin panas tersebut, Hannity tidak puas dan mengatakan Choudary dan seluruh pengikutnya adalah musuh dari manusia yang bebas.

    "Dunia akan sadar dan setiap muslim radikal seperti anda akan dimusnahkan dari muka bumi," katanya kesal.

    Choudary pun ikut mengancam Hannity bahwa Syariat Islam akan tegak di muka bumi.

    "Kalian tidak punya pilihan. Syariah akan tegak di Amerika, London dan semua tempat di dekat anda," Imam menutup.

    Debat ini ditutup oleh Hannity dengan menggebrak meja.

    Tonton videonya berikut atau klik link ini:
    http://www.youtube.com/watch?v=bb11PXcgFOk




    [yq]

    Isu BBM, Strategi Baru SBY Untuk Jegal Pelantikan Jokowi?


    JONRU | FB Pages  

    Temans...
    Masih ingatkah Anda?
     

    Dulu saya pernah memposting tentang STRATEGY SBY untuk Piplres 2014? Waktu itu, ada tokoh yang menganalisis, bahwa Jokowi sengaja dimenangkan oleh KPU, dengan tujuan agar para pendukungnya tidak ngamuk. Lantas, skenario diarahkan ke persidangan MK, dan Prabowo akan dimenangkan di situ. Namun skenario ini ternyata gagal.

    Saat ini:
    Hanya beberapa hari setelah terpilih jadi presiden, tiba-tiba Jokowi meminta SBY untuk menaikkan harga BBM. Permintaan ini membuat banyak pendukung Jokowi yang menyesal atas pilihan mereka. Bahkan baru saja saya membaca berita di sebuah media online, Sri Bintang Pamungkas katanya akan menjegal pelantikan Jokowi.

    Saya menduga, jangan-jangan wacana kenaikan harga BBM ini merupakan strategi baru SBY untuk menjegal Jokowi. Sebab menjegal lewat MK ternyata gagal. Sekarang, dibuat situasi baru yang akan menggerakkan rakyat, sehingga rakyat sendiri yang akan menjegal Jokowi.

    Kalau rakyat sudah bergerak, siapa lagi yang bisa mencegahnya selain Tuhan?

    Hm... itu hanya analisis saya. Wallahualam entah benar atau tidak.

    Ketika Tahun 2005 Saya Naikkan BBM, Saya Tidak Pernah Bilang Bu Mega Bebani Saya

    intriknews.com JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah kebijakannya yang tidak menaikan harga BBM bersubsidi membebani pemerintahan mendatang. Ia justru menyebut ketika dirinya transisi dari pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri tidak pernah protes diwarisi keharusan menaikan harga BBM subsidi.

    "Tidak baik menurut saya kalau menuduh sebuah pemerintahan membebani pemerintahan lain, setiap pemimpin hadapi tiap tantangan. Lagi-lagi contohlah tahun 2005 ketika saya naikan harga BBM yang prosentasenya itu tinggi saya tidak pernah katakan pemerintahan Bu Megawati bebani pemerintahan saya, tidak," kata SBY dalam wawancara eksklusif di Youtube, Jumat (29/8/2014) seperti dilansir Kompas.

    Diingatkan SBY, setiap pemerintahan selalu ada tantangan dan resiko masing-masing. Pemerintahan mendatang itulah yang harus menjawabnya.

    Lebih jauh, SBY menilai langkahnya yang melakukan pertemuan dengan presiden terpilih Joko Widodo di Bali beberapa waktu lalu adalah sejarah baru. Meski begitu, ia menolak mengikuti kemauan dari pemerintahan mendatang.

    "Saya pun ingin membantu, tapi kan tidak berarti semua harus mengikuti apa yang diinginkan pemerintahan yang akan datang. Kita harus hormati kebijakan masing-masing (pemimpin)," ucap SBY. [yq]

    Aktris Yahudi Ini Koma Sesudah Sumpahi Rakyat Palestina

    intriknews.com Masih ingat aktris lawas Amerika, Joan Rivers yang pernah bersorak saat Israel melancarkan serangan kejinya ke Gaza, Palestina di bulan Ramadhan lalu. Ia juga bahkan menyumpahi rakyat Palestina dengan mengatakan mereka memang layak mati.

    Tak hanya sampai disitu, penulis yang juga produser ini sempat mencibir aktris Selena Gomez yang memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina yang kala itu tengah menghadapi kekejian Israel.

    Setelah mendukung Israel dan menyumpahi rakyat Palestina dan usai seluruh rakyat Palestina merayakan kemenangannya atas Israel, kini gantian, Rivers yang beragama Yahudi ini harus terbaring lemah di sebuah rumah sakit karena mengalami koma.

    Situs spektanews mengabarkan, Sabtu (30/8), Rivers dilarikan ke rumah sakit setelah menderita komplikasi saat menjalani operasi pada pita suaranya pada 28 Agustus 2014 lalu. Jantung wanita yang juga dikenal sebagai pengamat busana itu dikabarkan sempat berhenti berdetak.

    Host telvisi tersebut kini berada dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Ia tengah kritis dan terbaring dalam kondisi antara hidup dan mati setelah berhenti bernapas selama menjalani operasi tenggorokan.

    Yang mengherankan, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Joan sebenarnya baik-baik saja, dan dalam kondisi sangat fit. Bahkan ia masih sempat menjalani syuting sebuah acara televisi.  [yq]

     
    Copyright © 2011. INTRIKNEWS - All Rights Reserved