Headlines News :

    Inilah Pembahasan Agenda Mukernas III PPP

    >
    intriknews.com  Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) dijadwalkan akan digelar di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4/2014).

    Mukernas ini dilaksanakan di tengah partai berlambang Ka'bah tersebut dilanda konflik internal. Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PPP, Romahurmuziy mengatakan, dalam mukernas yang digelar selama dua hari itu akan diikuti 27 DPW PPP yang ada di seluruh Indonesia.

    "Pengurus partai dari 27 provinsi sudah tiba di Jakarta, dan siap mengikuti mukernas di Cisarua," kata pria yang akrab Rommy itu, Rabu (23/4/2014).

    Mukernas III PPP, kata dia, akan mengagendakan tiga hal, yakni evaluasi hasil pemilu legislatif (pileg) 2014, format koalisi pada pemilihan presiden 2014, dan konsolidasi partai.

    "Mukernas akan secara serius mengevaluasi dan membahas rencana koalisi pilpres PPP," kata Rommy.

    Selian itu Mukernas III PPP juga dimaksudkan sebagai arena islah dengan kubu Suryadharma Ali.

    Seperti diketahui, konflik PPP dipicu dengan kedatangan SDA dalam rapat umum Partai Gerindra di Stadion Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu.

    Perpecahan tersebut semakin meruncing ketika SDA menyatakan dukungannya kepada Prabwo Subianto sebagai calon presiden, dan memecat Romarhumuziy dari jabatan Sekjen PPP. (ilh/hs)

    Inilah Fatwa KH Maimun Zubair Yang Akhirnya Mentahkan Koalisi PPP Dan Gerindra

    >
    intriknews.com  Ketua Majelis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair tiba-tiba hadir di ujung Pleno Pengurus DPP PPP kubu Suryadharma Ali. Kiai kelahiran 1926 itu datang membawa fatwa Majelis Syariah.

    Dalam Fatwanya, Majelis Syariah PPP menegaskan bahwa partai berlambang Kabah itu belum memutuskan sikap koalisi dengan partai manapun. PPP juga belum menentukan dukungan terhadap calon presiden. Hal ini jelas mementahkan dukungan SDA terhadap capres partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    Berikut Fatwa Majelis Syariah PPP tersebut:
    Assalamualaikum,
    Apa yang terjadi belakangan ini di tubuh PPP sangat memprihatinkan. Ini sama sekali tidak mencerminkan cita-cita kader partai yang berazazkan Islam. Para fungsionaris partai sejatinya adalah etalase partai. Perilaku yang mereka tampilkan berpengaruh negatif terhadap citra dan marwah partai. Semua harus kembali kepada al haq sebagai pedoman partai. 
    Partai ini mendasarkan perjuangannya kepada perintah amar maruf dan nahi mungkar. Maka sebelum melakukan tugasnya sebagai partai yang amar maruf dan nahi mungkar, sudah selayaknya melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. 
    Mereka yang tidak bisa beramar maruf dan bernahi mungkar terhadap dirinya sendiri amat tidak pantas melakukan itu kepada orang lain. Berkenaan dengan pokok di atas, maka saya sebagai sesepuh dan majelis syariah partai menyatakan sebagai fatwa: 
    • Kewajiban islah di antara kubu yang bertikai, utamanya antara ketua DPP Suryadharma Ali dengan Sekjen Mohammad Romahurmuziy. 
    • slah berarti kembali kepada asal semula, bahwa Suryadharma Ali adalah ketua umum dan Romahurmuziy adalah sekretaris jenderal. Islah juga berarti bahwa tidak ada pemecatan, pemberhentian atau rolling kepengurusan dari pihak-pihak yang bertikai. 
    • Dalam hal pemilu presiden 2014, PPP belum menyatakan koalisi dengan partai politik manapun. Penentuan koalisi harus ditetapkan melalui Rapimnas sebagai amanat Mukernas II Bandung 7-9 Februari 2014. 
    • PPP juga belum menentukan presiden dan calon wakil presiden. penentuan capres dan cawapres juga harus ditetapkan melalui Rapimnas sebagaimana amanat Mukernas Bandung 7-9 Februari 2014. 
    • Semua fungsionaris partai harus mensyukuri hasil pemilu legilatif 2014. semua jajaran partai harus mengedepankan kerjasama, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan meninggalkan kebersamaan. Langkah-langkah strategis harus dikosultasikan dengan majelis syariah, majelis pertimbangan dan majelis pakar. 
    • Apa yang saya sampaikan ini merupakan bentuk keprihatinan Kiai-kiai, kader-kader, simpatisan partai dan lapisan bawah masyarakat. Saya benar-benar menekankan kepada para pemimpin partai menyadari ini dan secepatnya mengambil langkah-langkah islah.
    Jakarta, 22 April 2014
    Ketua Majelis Syariah PPP
    KH Maimun Zibair

    Atas Fatwa ini, Suryadharma Ali hanya menanggapinya singkat."Saya menerima," kata SDA usai dibacakannya Fatwa Majelis Syariah PPP itu. (jpnn/hs)

    Mantan Guru JIS Ternyata Pernah Perkosa 90 Bocah

    intriknews.com  Houston - FBI merilis bahwa mereka kini sedang menangani salah satu kasus kekerasan seksual terburuk yang menimpa anak. Pelaku diketahui bernama William James Vahey, (64 tahun) asal South Carolina. FBI menduga Vahey sudah memperkosa 90 anak. Jumlah ini bahkan diprediksi melonjak.

    Yang membuat tersentak adalah kenyataann bahwa Vahey berprofesi sebagai guru. Celakanya, Vahey pernah menjadi staf pengajar di Jakarta International School (JIS).

    Di JIS sendiri saat ini baru terkuak kasus pelecehan seksual terhadap bocah. Namun, polisi baru menduga pelaku pelecehan seksual itu adalah petugas kebersihan. Sedangkan guru JIS tidak masuk dalam daftar pelaku yang dicurigai.

    >
    Vahey sendiri pernah menjadi guru di JIS dalam kurun 1990-an hingga awal tahun 2000-an. FBI memastikan bahwa Vahey adalah salah satu predator pemerkosa bocah paling diincar oleh FBI. "Dia adalah salah satu pelaku yang paling kakap yang pernah ada," kata agen FBI Houston, Shauna Dunlop, seperti dilansir Click2houston.

    Vahey sendiri ditemukan bunuh diri ketika FBI baru memulai memproses kasusnya. Vahey baru saja dipecat dari sekolah internasional di Nikaragua akibat kasus pelecehan, awal tahun ini.

    "Sebelum mengajar di Nikaragua, pelaku juga pernah menjadi guru di London, Inggris, Venezuela, Dhahran, Athena, Tehran, Madrid, Beirut, dan Jakarta," kata Dunlop. (rol/hs)

    Meyda Sefira Pemeran Husna di Film "Ketika Cinta Bertasbih" Resmi Menikah

    intriknews.com  Artis Meyda Sefira, telah mengakhiri masa lajang. Hal ini terungkap dari foto Meyda bersama suami diatas pelaninan yang diunggah di Page Facebook nya pada Senin (21/4).

    Sebelumnya salah seorang lawan mainnya di film Ketika Cinta Bertasbih, Oki Setiana Dewi. telah mengunggah foto pernikahan Meyda di account instagramnya pada Minggu (20/4).

    "Barakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khair... Beautiful @sefirameyda masyaAllah... love you, mey..." tulis Oki. Dalam foto terlihat Meyda bersama suaminya.

    Oki tidak menyebut siapa suami Meyda. Sementara Meyda sendiri, terakhir posting di Instagram pada Sabtu (19/4). Ia mengunggah foto bergaun muslimah broken white, dengan caption "thank you teh @irnamutiara dan team @irnalaperle udh mendesign baju utk akad sesuai impian saya.. Smg semakin sukses,berkah dan senantiasa dilimpahi kemudahan dariNya.. Aamiin.."

    >
    Meyda pun banjir ucapan selamat dari follower-nya. Selamat menempuh hidup baru, Meyda.

    Proses pernikahan Meyda Shefira tergolong unik, yakni menikah dengan tanpa melalui jalur pacaran, sebagaimana para artis kebanyakan. Sebagaimana penuturanya kepada wartawan pada bulan Februari 2014.

    Aktris kelahiran Bandung, Jawa Barat, 20 Mei 1988 ini sudah terlibat peran di empat film layar lebar , yakni Ketika Cinta Bertasbih, Ketika Cinta Bertasbih 2, Dalam Mihrab Cinta, dan Cinta Suci Zahrana.

    Ia pun pernah bermain di tujuh judul sinetron, yakni Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan, Ketika Cinta Bertasbih Meraih Ridho Ilahi, Dari Sujud Ke Sujud, Dia Jantung Hatiku, Dalam Mihrab Cinta, Berkah, dan Cinta Illahi.

    Tak hanya piawai di dunia seni peran, Meyda juga meraih prestasi di Festival Film Bandung 2011 sebagai Pemeran Pembantu Terpuji. (im/dkw/hs)

    Din Syamsuddin: Indonesia Mendukung Partai Islam Untuk Bersatu

    >
    intriknews.com  Jakarta - Ketua Umum PP Muhammaddiyah, Din Syamsuddin mengatakan, sangat realisitis jika partai-partai berbasis Islam bergabung menjadi satu suara untuk membentuk koalisi. Menurutnya, suara-suara partai Islam sangat mumpuni untuk membentuk koalisi.

    "Saya kira sangat realistis (koalisi partai Islam). Karena baik dari segi sosilogis maupun demografis Indonesia mendukung partai Islam untuk bersatu," kata Din di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (19/4/2014).

    Din pun meminta agar masyarakat tidak memandang sinis dengan adanya koalisi partai Islam. Menurutnya, partai Islam membentuk koalisi perlu didorong untuk memperjuangkan umat Islam.

    "Koalisi partai Islam tidak perlu disikapi dengan sinisme. Tidak perlu disikapi dengan phobia," tuturnya.

    Yang terpenting kata Din, dengan bergabungnya partai-partai Islam adalah agar koalisi yang terbentuk mampu membuat Indonesia makmur dan lebih bermartabat. Dirinya pun mensyukuri dengan suara partai Islam yang cukup besar bila digabungkan. (tbn/hs)

    Adakan Pertemuan dengan Dubes AS Kuatkan Dugaan Jokowi Capres Boneka

    intriknews.com  Jakarta - Calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan sejumlah duta besar negara asing di Jakarta, Senin (12/2) malam. Kabarnya, pertemuan itu membahas tentang pemilihan presiden (pilpres) bulan Juli 2014 mendatang.

    Menurut pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara, jika kabar itu benar maka sikap Jokowi patut dipertanyakan. Pasalnya, Jokowi secara terang-terangan telah mengakomodir kepentingan asing di Tanah Air.

    >
    Apalagi, lanjutnya, dalam pertemuan itu hadir Duta Besar Amerika Serikat (AS) yang baru, Robert O Blacke. Seperti diketahui, AS terkenal gemar mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

    "Biasanya AS akan menamamkan dukungan dan pengaruh baik terhadap figur atau arah kebijakannya. Ini bentuk pendiktean AS terhadap Indonesia akan posisi strategisnya terhadap dinamika masa depan kawasan Asia Tenggara," kata Igor di Jakarta, Selasa (15/4).

    Igor menjelaskan, nafsu AS dalam menyetir kebijakan Indonesia sebetulnya sudah terang benderang. Salah satu bukti nyatanya adalah operasi penyadapan yang dilakukan negeri Paman Sam itu terhadap sejumlah petinggi Indonesia.

    Selain itu, AS sejak dulu juga selalu menekan Indonesia dengan isu HAM, demokrasi, dan terorisme. Isu-isu itu menjadi instrumen mereka untuk campur tangan urusan dalam negeri.

    "Karena itu akan selalu ada rasa curiga dan sentimen negatif terhadap AS dari masyarakat Indonesia dalam hubungan kedua negara. Begitu juga terhadap Jokowi nantinya," imbuhnya.

    Igor pun mengingatkan Jokowi bahwa masyarakat masih mencurigai mantan Wali Kota Surakarta itu sebagai "capres boneka". Pertemuan semalam, tambah Igor, semakin melekatkan julukan tersebut kepadanya.

    "Wacana 'capres boneka' bukan sesuatu yang mustahil buat Jokowi dalam upaya mencari dukungan negara besar dalam pencapresannya tahun ini," paparnya. (jpnn/hs)
     
    Copyright © 2011. INTRIK NEWS - All Rights Reserved