Headlines News :

    Warga Palestina Protes Serangan Israel Terhadap Masjid Abu Baker

    intriknews.com  Ratusan warga Palestina berpartisipasi pada kegiatan piket di kota Umm Al-Faham dalam memprotes serangan pembakaran terbaru yang dilakukan oleh pemukim Yahudi terhadap Masjid Abu Baker Al-Sediq. PIC melaporkan Rabu (23/4/2014).

    Pemrotes bersama sejumlah tokoh politik Arab membawa spanduk yang isinya mengutuk otoritas Israel agar tidak mengambil tindakan nyata dalam membatasi serangan tersebut di tempat-tempat ibadah Palestina.

    >
    Sebuah Komite Arab menyatakan dalam siaran pers bahwa kejahatan yang dilakukan terus-menerus terhadap Masjid Abu Baker di Umm Al-Faham dan tempat-tempat ibadah lainnya di Palestina telah menjadi isu nasional yang menyangkut semua warga Palestina di seluruh wilayah. (knrp/hs)

    Fahri Hamzah: Kalau Partai Islam Dibilang Tak Nasionalis Itu 'Ngawur'

    >
    intriknews.com  Jakarta - Wakil Sekretaris Jendral Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengkritik wacana kontestasi partai Islam dengan nasionalis yang sering disampaikan para pengamat politik. Menurutnya wacana itu mengesankan partai Islam tidak memiliki visi nasionalis.

    "Islam bukan versus nasionalis. Kalau ada partai Islam dibilang tidak nasionalis itu ngawur," kata Fahri dalam diskusi "Persaingan Menuju Istana Poros Nasionalis Vs Islam" di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/4).

    Fahri mengatakan partai-partai berbasis massa Islam sering diperlakukan tidak adil oleh para pengamat. Dia mencontohkan apabila ada oknum kader partai Islam yang korupsi, maka para pengamat langsung menuding bahwa hal itu merupakan tanda kebangkrutan ideologi partai Islam. Sementar di sisi lain, apabila ada oknum partai beraliran nasional korupsi, tidak ada pengamat politik yang mengaitkannya dengan ideologi.

    "Kalau partai Islam bermasalah dihukum dengan istilah kebangrutan ideologi dan agama. Tapi kalau partai nasionalis tidak begitu," ujar anggota Komisi III DPRRI ini.

    Pertarungan wacana pemilu presiden (pilpres) 2014 harus dilepaskan dari label-label agama dan nasional. Fahri mengatakan sudah saatnya pertarungan pilpres 2014 dikayakan dengan pertarungan ide dari masing-masing capres. Dengan begitu menurut Fahri, pemerintahan yang terbentuk bisa berjalan efektif.

    "Di Indonesia ini tidak pernah ada perdebatan ide. Makanya kita kebingungan menentukan platform. Kita tidak bisa membedakan ide Jokowi dengan ide Prabowo dan Ical," kata Fahri. (rol/hs)

    Bambang Soesatyo: Nasib Golkar dan Gerindra Tergantung Bandul PKS

    intriknews.com  Pilpres 2014 semakin dekat, sejumlah tokoh politik dan parpol sudah bergerilya mencari rekan koalisi. Namun Golkar masih meraba-raba berkoalisi, setidaknya anggapan itu muncul dalam Diskusi Konstruksi Koalisi dan Blok Pilpres 2014 yg diadakan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Selasa, 22/4/2014 di komplek Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

    Diskusi ini sedianya juga akan dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung dan Mantan Ketua MK Mahfud MD namun keduanya berhalangan hadir, dan mewakili politisi aktif Golkar, Bambang Soesatyo turut hadir.

    >
    Ditemui seusai diskusi, ketika ditanya soal arah koalisi, Politisi Golkar, Bambang Soesatyo menilai keputusan PKS yang akan menentukan nasib Golkar dan Gerindra " PKS ini posisi yg strategis, dia tinggal kemana bandulnya, jika bandulnya ke Golkar maka Gerindra panik, Gerindra tidak bisa mengusung Prabowo, tapi jika bandulnya ke Gerindra, maka Golkar yg tidak bisa mengusung capres-cawapresnya". ujarnya.

    Wow..!! Ahmad Heryawan Negerikan Enam PTS di Jabar

    intriknews.com  Bandung - Kesempatan untuk mengenyam pendidikan di lingkungan perguruan tinggi negeri (PTN) bagi pelajar di Jabar, semakin terbuka. Pasalnya, pada 2014, Pemprov Jabar memproses empat perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi PTN. Keenam PTS yang dinegerikan tersebut, adalah Universitas Siliwangi (Unsil), Poltek Negeri Subang, Unsikar Karawang, IPB luar domisili di Sukabumi, Unpad luar domisili di Subang, dan Unswagati Cirebon. "Tiga PTS, pada 2 April lalu sudah diresmikan jadi negeri. Insya Allah ke depan beberapa PTS akan di PTN-kan lagi," ujar Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai Rapat Pimpinan, Selasa (22/4).

    Heryawan menjelaskan, pada 2 April lalu, sudah diresmikan Unsil dan Poltek Subang menjadi negeri. Dalam waktu dekat, Unsikar Karawang yang akan diresmikan akhir Mei ini, menjadi negeri. Insya Allah ke depan beberapa PTS akan di PTN-kan lagi. Berikutnya, IPB di luar domisili akan dibuat di Sukabumi. Lalu, Unpad di luar domisili di Subang yang lahannya sudah tersedia sekitar 30 hektare. "Unpad Subang, 30 hektare sudah disanggupi. Termasuk, politeknik mereka juga siap lahannya," katanya.

    >
    Heryawan berharap, pembebasan lahan Unswagati juga bisa lancar. Sehingga, Mei bisa diresmikan menjadi PTN. Dikatakanya, proses penegerian Unswagati, memang mengalami kesulitan karena pengadaan lahannya yang tak mudah. "Agak sulit memang untuk pengadaan lahan 30 hektarenya," katanya. Saat ditanya tentang target partisipasi masyarakat yang mengakses perguruan tinggi, Heryawan mengatakan, dengan di-PTN-kannya enam PTS tersebut, tentu Pemprov Jabar berharap bisa meningkatkan tingkat partisipasinya. Namun, harus dihitung dengan pasti peningkatannya berapa persen. "Ya, positifnya negeri bisa hadir dimana-mana. Pemerintah akan hadir dimana-mana," katanya.

    Heryawan mengatakan, dengan penegerian tersebut maka masyarakat di kawasan Cirebon, Sukabumi, Cianjur, Subang, akan terwakili. Sumber daya manusia pun, akan terdorong maju. "Keuntunganya, swasta akan lebih maju kalau dinegerikan kan dapat anggaran pemerintah," katanya. (ah/hs)

    Inilah Pembahasan Agenda Mukernas III PPP

    >
    intriknews.com  Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) dijadwalkan akan digelar di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4/2014).

    Mukernas ini dilaksanakan di tengah partai berlambang Ka'bah tersebut dilanda konflik internal. Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PPP, Romahurmuziy mengatakan, dalam mukernas yang digelar selama dua hari itu akan diikuti 27 DPW PPP yang ada di seluruh Indonesia.

    "Pengurus partai dari 27 provinsi sudah tiba di Jakarta, dan siap mengikuti mukernas di Cisarua," kata pria yang akrab Rommy itu, Rabu (23/4/2014).

    Mukernas III PPP, kata dia, akan mengagendakan tiga hal, yakni evaluasi hasil pemilu legislatif (pileg) 2014, format koalisi pada pemilihan presiden 2014, dan konsolidasi partai.

    "Mukernas akan secara serius mengevaluasi dan membahas rencana koalisi pilpres PPP," kata Rommy.

    Selian itu Mukernas III PPP juga dimaksudkan sebagai arena islah dengan kubu Suryadharma Ali.

    Seperti diketahui, konflik PPP dipicu dengan kedatangan SDA dalam rapat umum Partai Gerindra di Stadion Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu.

    Perpecahan tersebut semakin meruncing ketika SDA menyatakan dukungannya kepada Prabwo Subianto sebagai calon presiden, dan memecat Romarhumuziy dari jabatan Sekjen PPP. (ilh/hs)

    Inilah Fatwa KH Maimun Zubair Yang Akhirnya Mentahkan Koalisi PPP Dan Gerindra

    >
    intriknews.com  Ketua Majelis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair tiba-tiba hadir di ujung Pleno Pengurus DPP PPP kubu Suryadharma Ali. Kiai kelahiran 1926 itu datang membawa fatwa Majelis Syariah.

    Dalam Fatwanya, Majelis Syariah PPP menegaskan bahwa partai berlambang Kabah itu belum memutuskan sikap koalisi dengan partai manapun. PPP juga belum menentukan dukungan terhadap calon presiden. Hal ini jelas mementahkan dukungan SDA terhadap capres partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    Berikut Fatwa Majelis Syariah PPP tersebut:
    Assalamualaikum,
    Apa yang terjadi belakangan ini di tubuh PPP sangat memprihatinkan. Ini sama sekali tidak mencerminkan cita-cita kader partai yang berazazkan Islam. Para fungsionaris partai sejatinya adalah etalase partai. Perilaku yang mereka tampilkan berpengaruh negatif terhadap citra dan marwah partai. Semua harus kembali kepada al haq sebagai pedoman partai. 
    Partai ini mendasarkan perjuangannya kepada perintah amar maruf dan nahi mungkar. Maka sebelum melakukan tugasnya sebagai partai yang amar maruf dan nahi mungkar, sudah selayaknya melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. 
    Mereka yang tidak bisa beramar maruf dan bernahi mungkar terhadap dirinya sendiri amat tidak pantas melakukan itu kepada orang lain. Berkenaan dengan pokok di atas, maka saya sebagai sesepuh dan majelis syariah partai menyatakan sebagai fatwa: 
    • Kewajiban islah di antara kubu yang bertikai, utamanya antara ketua DPP Suryadharma Ali dengan Sekjen Mohammad Romahurmuziy. 
    • slah berarti kembali kepada asal semula, bahwa Suryadharma Ali adalah ketua umum dan Romahurmuziy adalah sekretaris jenderal. Islah juga berarti bahwa tidak ada pemecatan, pemberhentian atau rolling kepengurusan dari pihak-pihak yang bertikai. 
    • Dalam hal pemilu presiden 2014, PPP belum menyatakan koalisi dengan partai politik manapun. Penentuan koalisi harus ditetapkan melalui Rapimnas sebagai amanat Mukernas II Bandung 7-9 Februari 2014. 
    • PPP juga belum menentukan presiden dan calon wakil presiden. penentuan capres dan cawapres juga harus ditetapkan melalui Rapimnas sebagaimana amanat Mukernas Bandung 7-9 Februari 2014. 
    • Semua fungsionaris partai harus mensyukuri hasil pemilu legilatif 2014. semua jajaran partai harus mengedepankan kerjasama, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan meninggalkan kebersamaan. Langkah-langkah strategis harus dikosultasikan dengan majelis syariah, majelis pertimbangan dan majelis pakar. 
    • Apa yang saya sampaikan ini merupakan bentuk keprihatinan Kiai-kiai, kader-kader, simpatisan partai dan lapisan bawah masyarakat. Saya benar-benar menekankan kepada para pemimpin partai menyadari ini dan secepatnya mengambil langkah-langkah islah.
    Jakarta, 22 April 2014
    Ketua Majelis Syariah PPP
    KH Maimun Zibair

    Atas Fatwa ini, Suryadharma Ali hanya menanggapinya singkat."Saya menerima," kata SDA usai dibacakannya Fatwa Majelis Syariah PPP itu. (jpnn/hs)
     
    Copyright © 2011. INTRIK NEWS - All Rights Reserved