Headlines News :

    The Times Of Israel, Media Luar Negeri Yang Banggakan Jokowi Sebagai Presiden Negara Muslim Terbesar


    intriknews.com Media online Israel, The Times Of Israel menulis artikel berita yang penuh dengan kebanggaan terhadap terpilihnya Presiden Joko Widodo. Berita tersebut dirilis pada Selasa (22/10), 2 hari sesudah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di gedung MPR.

    Dalam pemberitaannya, media tersebut memaparkan kisah Jokowi meraih kursi kepresidenan yang bermula dari berwirausaha, kemudian menjadi Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta, lalu Presiden RI.

    Media ini memaparkan Jokowi adalah presiden pertama Indonesia yang lahir bukan dari kalangan elit, korup, ataupun konglomerat.

    Media ini juga menceritakan kisah Jokowi yang turun dari mobilnya, lalu menaiki kereta kuda dalam perjalanan menuju istana negara. Times of Israel menyebut ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pelantikan presiden dirayakan dengan ramai.

    Times of Israel dengan mengutip AP menyebut Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Untuk mencapai itu dia berharap investor luar negeri akan semakin tertarik dengan Indonesia.

    Kemudian disebutkan berdasarkan pengamatan ekonom, Jokowi harus memutuskan berapa banyak subsidi BBM harus dikurangi, karena hal ini dapat membebani anggaran negara. [yq]



    Gawat!!! Gerakan PAPUA Merdeka Serukan Deklarasi Merdeka, Manfaatkan Kekosongan Menhankam, Menkopolkam, dan Panglima TNI.


    intriknews.com Jagat maya kembali dihebohkan dengan postingan dari akun Facebook PAPUA Merdeka yang menyerukan deklarasi kemerdekaan.

    Di dalam statusnya, akun tersebut mengatakan waktu yang tepat untuk mendeklarasikan kemerdekaan Papua adalah saat sekarang, ketika Presiden Jokowi belum mengumumkan komposisi kabinet sehingga Indonesia tidak memiliki Menteri Pertahanan, Menkopolkam dan terjadinya kekosongan Panglima TNI.

    "SUDAH 3 HARI INI NEGARA KOLONIAL INDONESIAL TIDAK ADA MENTRI PERTAHANAN, TIDAK ADA MENKOPOLKAM, DAN TELAH TERJADI KEKOSONGAN PANGLIMA TNI. INI SAAT TERBAIK UNTUK PAPUA SEGERA MENDEKLARASIKAN KEMERDEKAANNYA, KARENA NEGARA INDONESIA SUDAH BUBAR SECARA DE FACTO. DAN BILA JOKO-KALLA MATI HARI INI, SECARA DE YURE PAPUA SUDAH MERDEKA TERBEBAS DARI INDONESIAL. FREEDOM PAPUA !!!" tulis akun tersebut pada Kamis (23/10).

    Sampai berita ini diturunkan , Sabtu (25/10), status postingan tersebut sudah mendapat like sebanyak 139 kali dan di share 224 kali. Akun Jonru yang kerap kritis terhadap Jokowi mengingatkan Fans Pages nya terhadap ancaman disintegrasi tersebut dengan hastag #SelamatkanIndonesia.

    Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo tiba-tiba membatalkan pengumuman Kabinet yang sedianya dilakukan pada Rabu malam (22/10) di Tanjung Priok. Jokowi sendiri belakangan membantah adanya pembatalan tersebut. Mantan Gubernur DKI itu justru menyalahkan wartawan yang menunggu di Priok. Secara terpisah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tidak tahu menahu tentang rencana acara yang menghabiskan anggaran 700 juta tersebut. [yq]

    Seorang Remaja Palestina Tewas Ditembak Militer Israel, Situasi Kembali Panas


    intriknews.com Ramallah – Seorang remaja Palestina tewas ditembak oleh tentara Israel ketika terjadi demonstrasi di kawasan Silwad, Ramallah, Palestina Utara. Remaja tersebut diketahui bernama Orwah Hammah, 14, menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat peluru yang bersarang di kepalanya.

    Seperti diberitakan oleh Hromedia, Juru bicara militer Israel mengatakan kepada Reuters bahwa mereka harus mencegah terjadinya serangan ketika berhadapan dengan beberapa pemuda Palestina yang melontari mereka dengan batu di jalan utama menuju kawasan Silwad.
     

    Pihak militer mengatakan mereka akan melakukan investigasi lebih mendalam terhadap kejadian penembakan ini. [yq]

    Sapa Presiden Tiongkok Dengan Ucapan "Who's Speaking?", Presiden Jokowi Dicibir Netizen


    intriknews.com Jakarta - Presiden Joko Widodo mendapat banyak kritikan di sosial media terkait bahasa yang digunakan dalam komunikasi via Telepon dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jin Ping

    Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari kelima setelah dilantik, Jumat (24/10/2014) pagi, Jokowi melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden Xi Jin Ping.

    Komunikasi via udara itu dilakukan dalam ruang kerja presiden di Istana Merdeka. Tampak mendampingi Jokowi pejabat Kementerian Luar Negeri, Kepala Protokoler Negara, dan dua orang ajudan. Seorang ajudan tampak sibuk menghubungi perantara antara kedua kepala negara dan menyatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo sudah tersambung.

    Gagang telepon dalam rumah berwarna putih itu kemudian diberikan kepada Jokowi. "Hello. Good morning. Who's speaking?" sapa Jokowi.

    Namun, rupanya belum ada balasan di ujung telepon sana sehingga Jokowi pun menunggu. Pada saat perbincangan akan dilakukan, staf Istana meminta para wartawan keluar ruangan karena pembicaraan itu bersifat rahasia.


    Banyak netizen menyindir penggunaan bahasa yang digunakan oleh mantan Gubernur DKI tersebut. Seperti akun Wawat Kurniawan, dalam laman Facebooknya dia mengatakan seharusnya Jokowi sudah mengetahui siapa yang menjadi lawan bicara karena setiap panggilan telepon sudah melalui protokoler Istana.

    "Siapapun yang bisa MENELPHONE seorang PRESIDEN, siPRESIDEN pasti Sudah TAU SIAPA yang MENELPHONENYA, karena Tidak akan Bisa siapapun LANGSUNG TELP ke PRESIDEN Sebelum Lewat Protokol Pengamanan ISTANA....," katanya pada Jumat malam (24/10).

    Bahasa Inggris yang digunakan oleh Jokowi bahkan mendapat sindirian di forum Kaskus, seperti "ai don ker abot det", "ai agri wit u", atau "ai don now wat to sai," kata salah seorang kaskuser. [yq]

    Kado Indah Jokowi Untuk Rakyat Indonesia, BBM Naik Pada Tanggal 31 Oktober 2014


    intriknews.com Jakarta - Di tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku mulai 1 November.

    Jelas ini "kado" pahit dari pemerintah baru pimpinan Jokowi-Kalla. Sumber Kontan yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. "Ini seperti rencana semula, naik Rp 3.000 per liter," ujar sumber tersebut, Kamis (23/10/2014). Ini artinya, BBM bersubsidi akan naik 46,1 persen, dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per liter. Kenaikan ini akan menghemat anggaran tahun ini sebesar Rp 20 triliun.

    Bersamaan dengan kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan bantuan ke masyarakat miskin. Ada 20 juta keluarga miskin yang akan mendapatkan "guyuran" dana dari pemerintah. Jumlah ini naik dari jumlah orang miskin penerima kompensasi kenaikan harga BBM dua tahun lalu yang hanya 15,5 juta kepala keluarga.

    Berkaca pada masa itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan langsung sementara sebesar Rp 150.000 per bulan per rumah tangga miskin. Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter, bantuan berlangsung selama empat bulan kepada 15,5 juta orang. Dengan skema sama, pemerintah baru harus menyediakan dana bantuan sosial Rp 9,3 triliun. Padahal, APBN-P 2014 cuma mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk cadangan sebagai antisipasi kenaikan BBM.


    Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, APBN-P 2014 tak bisa memberikan bantuan seperti 2013 jika harga BBM naik Rp 3.000 per liter. "Dana yang ada hanya bisa memberikan kompensasi 2-3 bulan saja," kata Askolani, Rabu (22/10/2014).

    Dengan penerima bantuan lebih besar, dapat dipastikan dana kompensasi harus bertambah. Pemerintah Jokowi harus meminta tambahan anggaran baru ke parlemen. Ini belum tentu mulus, mengingat kubu oposisi menguasai parlemen. Di DPR, Koalisi Merah Putih menguasai 353 kursi atau 63 persen suara, sedangkan Jokowi-JK yang didukung Koalisi Indonesia Hebat hanya 207 kursi atau 37 persen. KIH pasti harus menyerah jika harus voting untuk menambah dana kompensasi.

    Ecky Awal Mucharam, anggota DPR dari Fraksi PKS (anggota KMP) menegaskan, partainya sejak awal menolak kenaikan harga BBM karena ini akan mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi.

    Sementara itu,  Satya Yudha, anggota DPR dari Partai Golkar, mengatakan, kenaikan harga BBM hak pemerintah. Namun, pemerintahan Jokowi harus cermat menghitung penghematan anggaran dan alokasinya untuk kegiatan produktif. [yq/kompas]

    Dulu..., Prabowo dan Kuda Jadi Bahan Bully, Sekarang Jokowi Pelihara Kodok


    Tara Palasara 

    Seputar binatang piaraan...

    Kemarin dulu, Pak Prabowo banyak dibully terkait dengan kegemarannya memelihara kuda dan menunggang kuda. Bahkan ada yang ada tega mengupload foto beliau ketika berdekatan dengan kuda, sebagai bahan olokan disandingkan dengan tokoh lain yang berdekatan dengan isterinya. Naudzubillah...

    Padahal terkait dengan peliharaan kuda, sedikit mengutip ajaran di agama saya [Islam], Rasulullah SAW pernah bersabda :“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim) dan juga “Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (Riwayat Muslim).

    Intinya, terdapat teladan langsung dari Rasulullah SAW tentang menunggang kuda ini baik dalam makna tekstual maupun makna kontekstual...

    Akhirnya, Allah SWT itu Maha Rahman dan Maha Rahim... untuk mereka-mereka yang [dulu] gemar membully Pak PS dengan kudanya, kini dibukakan fakta baru bahwa sosok [yang didukung oleh rata2 pem-bully] tersebut mempunyai kegemaran memelihara kodok.

    Adakah yg salah? tidak... tidak salah.. cuman mana yg ada tuntunan dan mana yang sekedar hobby biasa khan jelas!

    Tapi, usul saran saya... jangan ikut-ikutan membully pemelihara kodok. tks.

    Hadiri Sertijab Danjen Kopassus, Prabowo Subianto Jadi Idola


    intriknews.com Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Seperti punya magnet di jajaran Kopassus, dia jadi rebutan prajurit untuk bersalaman.

    Prabowo datang sebagai mantan Danjen Kopassus. Prabowo mengenakan jas dan dasi merah lengkap dengan baret merah khas Kopassus. Bintang 3 juga tersemat di samping lambang Kopassus yang ada di baret itu.

    Prabowo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo, Danjen Kopassus ke-26 Mayjen TNI Agus Sutomo, Danjen Kopassus ke-27 Mayjen TNI Doni Monardo beserta para tamu undangan lainnya turut serta dalam momen foto bersama.

    Salah satu tradisi di korps baret merah, para pimpinan akan diangkat dan diarak para prajurit setelah upacara di berlangsung. Tak terkecuali, Prabowo. Prabowo juga turut diangkat dan diarak oleh para prajurit Kopassus.

    Tak lama setelah turun dari bahu prajurit, Prabowo langsung diserbu para prajurit. Mereka menyampaikan salam komando dan memberi hormat lalu bersalaman dengan Prabowo. Saking banyaknya prajurit yang ingin bersalaman, sempat ada saling dorong antarprajurit.

    "Pak Prabowo memang kami undang sebagai para Danjen Kopassus," kata KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo.

    Mayjen TNI Doni Monardo resmi menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus). Doni menggantikan Mayjen TNI Agus Sutomo yang kini menjabat sebagai Pangdam Jaya. [yq/liputan6]

    Pak Jokowi, Stop Aktivitas Simbolis. Saatnya 'How to Govern', Bukan Lagi 'How to Campaign'


    intriknews.com Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menghentikan aktivitas-aktivitas simbolis yang kerap dilakukannya. Niat Jokowi yang ingin mengumumkan susunan kabinetnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebagai simbol kemaritiman, dinilai tidak substansial.

    "Stop aktivitas-aktivitas simbolis, mulailah bekerja nyata, masyarakat menunggu Presidennya," kata anggota DPD RI, Jeffrie Geovanie, pada Kamis (23/10/2014) pagi, seperti dikutip dari Kompas.

    Menurut Jeffrie, aktivitas simbolis boleh saja digunakan saat Jokowi bersama pasangannya Jusuf Kalla berkampanye pada Pemilu Presiden 2014 lalu, misalnya saat Jokowi mengumumkan pencapresannya di rumah Si Pitung dan berpidato sebagai presiden terpilih di kapal pinisi.

    Namun, kini Jokowi tak perlu lagi melakukan hal tersebut karena sudah dilantik dan resmi sebagai Presiden. "Saatnya untuk 'how to govern' bukan lagi 'how to campaign'," ujar mantan politisi Partai Golkar dan Partai Nasdem itu.

    Jeffrie menjelaskan, harapan masyarakat begitu tinggi kepada pemimpin mereka yang baru. Oleh karena itu, Jokowi-JK harus segera tancap gas bekerja sehingga tak membuat publik kecewa.

    "Saya khawatir ekspektasi publik yang besar kepada Presiden Jokowi dan kecintaan masyarakat berubah menjadi kekecewaan," ucap senator asal Sumatera Barat itu.

    Rencananya, Jokowi akan mengumumkan susunan kabinet di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (23/10) malam. Paspampres di lokasi sudah menyiapkan pengamanan, mulai dari sterilisasi area hingga pemasangan security door, prosedur yang selama ini dilakukan untuk menyiapkan kedatangan Presiden.

    Pihak Pelabuhan Tanjung Priok pun sudah menyiapkan panggung tempat Jokowi akan berpidato, yang dilengkapi tata cahaya sedemikian rupa. Makanan dalam porsi dan jumlah besar juga telah disiapkan. Namun, rencana tersebut batal.

    Pada pukul 21.00 WIB, semua tamu diminta membubarkan diri. Wartawan dan petugas Pelabuhan Tanjung Priok pun kebingungan karena tak ada yang menjelaskan mengenai alasan batalnya acara tersebut. [yq]
     
    Copyright © 2011. INTRIKNEWS - All Rights Reserved